Berita

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti/Ist

Politik

Warga dan Media Diminta Ikut Awasi Keluarga Polri yang Doyan Flexing

SELASA, 21 MARET 2023 | 10:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Masyarakat dan media diminta turut aktif mengawasi keluarga anggota Polri yang gemar memamerkan gaya hidup mewah alias flexing di media sosial.

Ajakan itu disampaikan oleh anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas),
Poengky Indarti, menyikapi maraknya gaya hidup mewah keluarga anggota Polri, terutama di kalangan perwira tinggi.

"Kompolnas akan terus menerus mengawasi hal tersebut, serta mengajak seluruh masyarakat termasuk media untuk membantu melakukan pengawasan," kata Poengky kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (21/3).

"Kompolnas akan terus menerus mengawasi hal tersebut, serta mengajak seluruh masyarakat termasuk media untuk membantu melakukan pengawasan," kata Poengky kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (21/3).

Untuk internal Polri, Kompolnas mendorong agar pimpinan, seluruh anggota, dan keluarga perlu menggelorakan kembali reformasi kultural.

Reformasi kultural bukan hanya saat bekerja tapi juga saat bersosial dengan konsisten untuk hidup sederhana.

Di sisi lain, Poengky tak menampik masih banyak anggota serta keluarga Polri yang hidup dalam kesederhanaan dan berbaur dengan masyarakat.

Namun, gara-gara satu kasus, banyak anggota Polri lain yang ikut terdampak. Ibarat, karena nila setitik rusak susu sebelanga.

"Memang tidak semua anggota Polri bergaya hidup mewah karena gaji anggota Polri kecil, contohnya para Tamtama dan Bintara. Tetapi mereka ikut terdampak dan dianggap ikut bergaya hidup mewah, padahal kesejahteraan mereka sangat kecil," tandas Poengky.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya