Berita

Muslim Arbi/Ist

Politik

Muslim Arbi: Impor Pakaian dari China Juga Membunuh UMKM

SELASA, 21 MARET 2023 | 07:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah diminta tidak hanya menghentikan impor pakaian bekas, tapi juga menghentikan impor pakaian dari China, yang telah menghancurkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia.

"Impor pakaian dari China memang telah membunuh UMKM, bikin hancur UMKM TPT. Stop juga impor pakaian bekas, memalukan!" tandas Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, melalui pesan singkat, Selasa (21/3).

Menurutnya, negara besar seperti Indonesia memakai pakaian bekas dari negara lain jelas bikin malu. Itu tugas pemerintah, baik Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Koperasi dan UMKM untuk menggenjot TPT dalam negeri bangkit kembali.


"Stop impor pakaian dari China, Bangladesh dan lain-lain, juga stop impor pakaian bekas. Sudah lama pemerintah tidak serius mengurus produk TPT dan membiarkan perusahaan mati. Di Bandung, perusahaan TPT pada gulung tikar, pemerintah tidak turun tangan, membiarkan negara kebanjiran impor tekstil China. Ini bertentangan dengan kebijakan stop impor," pungkas Muslim.

Sebelumnya, anggota DPR RI, Adian Napitupulu, mengatakan, tren thrifting atau pembelian barang bekas tidak mempengaruhi bisnis UMKM Indonesia. Bahkan larangan impor pakaian bekas dianggap hanya bagian dari upaya pemerintah memuluskan jalan impor pakaian jadi ke Tanah Air.

Adian juga mengaku memiliki data konkret bahwa pakaian bekas tak pernah mempengaruhi kinerja UMKM Indonesia. Berdasar data Asosiasi Pertekstilan Indonesia, kata Adian, impor pakaian jadi dari China menguasai 80 persen pasar di Indonesia.

"Ambil contoh di 2019, impor pakaian jadi dari China 64.660 ton, sementara menurut data BPS pakaian bekas impor di tahun yang sama hanya 417 ton atau tidak sampai 0,6 persen dari impor pakaian jadi dari China," kata Adian, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/3).

Pada 2021, sambungnya, impor pakaian jadi dari China sebanyak 57.110 ton. Sedangkan impor pakaian bekas hanya 8 ton atau 0,01 persen dari impor pakaian jadi dari China. Sementara pada 2022, impor pakaian jadi China sebesar 51.790 ton. Sedangkan pakaian bekas impor hanya 66 ton atau 0,13 persen dari impor pakaian dari China.

"Jika impor pakaian jadi dari China mencapai 80 persen, lalu pakaian jadi impor Bangladesh, India, Vietnam dan beberapa negara lain sekitar 15 persen, maka sisa ruang pasar bagi produk dalam negeri maksimal hanya 5 persen. Itu pun sudah diperebutkan antara perusahaan besar seperti Sritex, ribuan UMKM dan pakaian bekas impor," terang Adian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya