Berita

Raja Salman/Net

Dunia

Lanjutkan Proses Rekonsiliasi, Raja Salman Undang Presiden Iran Ibrahim Raisi ke Arab Saudi

SENIN, 20 MARET 2023 | 10:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Proses rekonsiliasi antara Riyadh dan Teheran terus berlanjut dengan dirilisnya undangan Raja Salman untuk Presiden Iran Ebrahim Raisi.

Wakil kepala staf presiden Iran untuk urusan politik, Mohammad Jamshidi, mengatakan Raisi menyambut baik undangan Raja Arab Saudi.

"Dalam sepucuk surat kepada Presiden Raisi, Raja Arab Saudi menyambut baik kesepakatan antara kedua negara bersaudara (dan) mengundangnya ke Riyadh," tulis Jamshidi di Twitter, seperti dikutip dari AFP, Senin (20/3).


"Raisi menyambut baik undangan tersebut," lanjutnya.

Di tengahi China, dua negara yang lama bersitegang, Iran dan Arab Saudi, akhirnya  sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik yang sudah terputus selama tujuh tahun.

Kesepakatan itu diperkirakan akan membuat Iran yang mayoritas Syiah dan sebagian besar Muslim Sunni Arab Saudi membuka kembali kedutaan dan misi mereka dalam waktu dua bulan dan menerapkan kesepakatan kerja sama keamanan dan ekonomi yang ditandatangani lebih dari 20 tahun lalu.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa kedua negara telah sepakat untuk mengadakan pertemuan antara diplomat tinggi mereka.

Dia menambahkan bahwa tiga lokasi pembicaraan telah diusulkan, tanpa menyebutkan yang mana.

Riyadh memutuskan hubungan setelah pengunjuk rasa Iran menyerang misi diplomatik Saudi pada tahun 2016 menyusul eksekusi Saudi terhadap ulama Syiah Nimr al-Nimr, satu dari serangkaian titik nyala antara dua rival lama di kawasan itu.

Sejumlah negara Teluk mengikuti tindakan Riyadh pada 2016 dan mengurangi hubungan dengan Teheran, meskipun Uni Emirat Arab dan Kuwait baru-baru ini memulihkan hubungan.

Iran mengatakan pekan lalu akan menyambut baik pemulihan hubungan dengan Bahrain setelah kesepakatan dengan Arab Saudi.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya