Berita

Muslim Arbi/Ist

Politik

Merasa Dibohongi Menteri-Gubernur, Jokowi Harus Sadar Sering Bohongi Rakyat

MINGGU, 19 MARET 2023 | 09:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo tidak perlu murka dan marah pada para menteri, karena merasa dibohongi. Bisa jadi para menteri itu meniru Jokowi yang suka membohongi rakyat.

"Jokowi murka dan kesal dibohongi, hingga ancam menteri dan gubernur? Apa tidak salah? Jangan-jangan menteri dan gubernur itu ikut Jokowi yang suka bohong?" kata Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/1).

Dia menyinggung Jokowi merasa tidak pernah membohongi rakyat. Janji-janji Jokowi kepada rakyat sejak 2014 hingga saat ini tidak pernah ditepati.


"Janji soal utang, soal tidak impor pangan, soal mobil Esemka, soal dolar 10 ribu rupiah, ekonomi meroket, soal buyback Indosat, soal 10 juta tenaga kerja, tidak naikkan BBM, listrik, gas, tidak cabut subsidi, dan lain-lain," rincinya.

Bahkan, sambung dia, utang Indonesia kini menumpuk mendekati Rp 10 ribu triliun. Apalagi, publik juga mencatat 66 janji politik yang tidak ditepati Jokowi.

"Tapi tidak merasa malu. Rakyat dibohongi, rakyat kesal, dongkol dan marah. Mestinya Jokowi malu tidak dapat menunaikan janji-janji politiknya. Jadi tidak usah murka dan kesal, bisa jadi menteri dan gubernur itu hanya meniru presidennya. Jadi jangan ancam-ancam menteri dan gubernur. Koreksi diri, istighfar, dan minta maaf ke rakyat kalau memang tidak mampu lagi memimpin negeri ini," papar Muslim.

Muslim juga mengingatkan, tidak ada visi dan misi menteri, karena menteri hanya menjalankan visi dan misi presiden. Untuk itu dia menilai bahwa menteri melihat presiden yang gemar membohongi rakyat, sehingga menteri bohongi balik presidennya.

"Jadi koreksi diri, yang salah itu presiden. Budayakan malu dan mundur kalau sudah tidak sanggup jadi presiden. Jangan kambing hitamkan menteri dan gubernur. Tidak usah murka, dongkol dan kesal. Tirulah para pemimpin di luar negeri. Kalau berbuat salah, seperti janji-janji tidak ditunaikan, mereka malu dan mengundurkan diri," pungkas Muslim.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menunjukkan kegeraman dan merasa dibohongi, lantaran dari informasi yang diterimanya, APBN dan APBD masih membelanjakan barang-barang impor.

"Jangan sampai saya dengar ini ada hanya diganti kulitnya, dalamnya tetep barang impor repackaging. Dipikir saya nggak tau, ini hati-hati saya perintahkan ke Polri dicek betul. Kalau ada seperti ini mau bohong-bohongan terus kita," kata Jokowi dalam Pembukaan Business Matching Produk Dalam Negeri, di Jakarta, Rabu (15/3).

Jokowi pun menegaskan, jika masih ada yang menggunakan anggaran untuk membeli barang impor, akan diberikan sanksi.

"Kalau masih beli, baik BUMN, BUMD kabupaten, kota dan provinsi, kalau masih coba-coba beli produk impor dari uang APBN APBD BUMN, ya sudah sanksinya tolong dirumuskan pak Menko, biar semua kita bekerja dengan reward dan punishment," tegas Jokowi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya