Berita

Presiden Joko Widodo kompak bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, menghadiri panen raya di Desa Lejer, Kebumen, Jawa Tengah/Ist

Politik

Meski Diendorse Jokowi, Prabowo-Ganjar Hadapi Lawan Berat Anies-AHY di 2024

SABTU, 18 MARET 2023 | 18:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peluang menang pasangan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 masih belum pasti, sekalipun didukung oleh Presiden Joko Widodo. Sebab, pertarungan tahun depan diprediksi akan diikuti oleh pasangan lain yang juga punya modal politik mumpuni.

Analisa tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (18/3).

Igor menjelaskan, endorsement Jokowi terhadap Ketua Umum Partai Gerindra dan Gubernur Jawa Tengah tersebut bukan menjadi modal utama kemenangan.


Apalagi menurutnya, dalam perkembangan hari-hari ini sudah muncul poros Koalisi Perubahan yang mengusung pasangan tokoh oposisi, yaitu mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono.

“Dari hasil survei, pasangan Prabowo-Ganjar akan menghadapi lawan berat dari pasangan Anies-AHY yang mengusung tema perubahan,” ujar Igor.

Ia menguraikan, dalam survei SPIN tecatat peluang pasangan Prabowo-Ganjar mencapai 63,3 persen. Sementara dalam hasil survei Lembaga Voxpol pada September 2022, pasangan Anies-AHY unggul dalam simulasi yang mereka lakukan dengan elektabilitas di atas 30 persen.

Maka dari itu, Igor memandang perlu keunggulan pasangan Prabowo-Ganjar dalam survei hari ini untuk terus dijaga.

Salah satu caranya, menurut dia adalah dengan memperkuat barisan koalisi, di samping ada endorsement oleh Jokowi terhadap kedua pasangan ini.

“Peluang terbentuknya koalisi pengusung Prabowo-Ganjar sangat prospektif jika ada political will dari Presiden Jokowi untuk memprakarsai deklarasi pasangan Prabowo-Ganjar,” demikian Igor menambahkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya