Berita

Wartawan senior Ilham Bintang saat ditemui jelang mediasi dengan Indosat dan Bank Commonwealth di PN Jakarta Selatan/RMOL

Hukum

Ini Harapan Ilham Bintang Jelang Mediasi dengan Indosat dan Bank Commonwealth di PN Jaksel

RABU, 15 MARET 2023 | 13:23 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wartawan senior Ilham Bintang berharap mendapatkan ganti rugi serta adanya perbaikan SOP pengawasan provider terhadap perlindungan data pribadi masyarakat pada saat mediasi dengan para tergugat, yakni Indosat dan Bank Commonwealth.

Harapan itu disampaikan oleh Ilham Bintang menjelang sidang lanjutan gugatan perdata nomor 769/Pdt.G/2022/PN.Jkt.Sel yang diajukannya ke Pengadilan Negara (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), dengan agenda mediasi dengan para tergugat dan turut tergugat di PN Jaksel, Rabu (15/3).

"Hakim pada tanggal 8 Maret kemarin memutuskan untuk sidang dilanjutkan meskipun tidak dihadiri oleh orang-orang yang disebut turut tergugat," ujar Ilham kepada Kantor Berita Politik RMOL saat ditemui di PN Jaksel, Rabu siang (15/3).


Saat ini kata Ilham, akan berlangsung mediasi yang dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Akan tetapi, hingga pukul 12.00 WIB, mediasi pun belum dimulai. Ilham pun menyampaikan dua harapan yang akan dihasilkan pada tahap mediasi ini.

"Sebagai orang yang dirugikan ya harus diganti, ganti kerugian," kata Ilham.

Harapan kedua kata Ilham, dengan kasus pembobolan rekening bank melalui nomor ponsel menjadi pengingat bagi rakyat untuk waspada. Yang yak kalah penting bagi Ilham ialah adanya perbaikan SOP pengawasan oleh provider terhadap data pribadi penggunanya, sehingga insiden yang dialaminya tidak terulang kembali.

Dalam gugatan perdata nomor 769/Pdt.G/2022/PN.Jkt.Sel, Ilham Bintang sebagai penggugat dengan didampingi kuasa hukum dari Kantor Advokat Kailimang & Ponto, melawan PT Indosat Tbk sebagai tergugat I, PT Bank Commonwealth sebagai tergugat II, Desar alias Erwin sebagai tergugat III, Teti Rosmiawati sebagai tergugat IV, Wasno sebagai tergugat V, Arman Yunianto alias Jos sebagai tergugat VI, dan Pegik sebagai tergugat VII.

Kuasa hukum Ilham, Muhammad Ibnu Prabowo mengatakan, pada sidang sebelumnya, yakni pada Rabu (8/3), agendanya adalah pemanggilan terhadap tergugat IV dan V melalui panggilan koran dan panggilan terhadap tergugat VII yang dibuka oleh Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Hapsoro Restu Widodo selaku Hakim Ketua, Hakim I Dewa Made Budi Watsara, dan Hakim Bawono Effendi selaku Hakim Anggota, yang dibantu oleh Anthomi Kusairi selaku Panitera Pengganti.

"Para pihak yang hadir dalam persidangan ini adalah penggugat diwakili oleh kami dari Kantor Advokat Kailimang & Ponto, tergugat I dan tergugat II masing-masing diwakili oleh kuasa hukumnya. Sementara, Para tergugat lainnya tidak hadir," ujar Ibnu.

Dalam persidangan itu kata Ibnu, Majelis Hakim menyampaikan hasil pemanggilan terhadap tergugat IV dan tergugat V melalui panggilan koran dan panggilan terhadap tergugat VII.

Akan tetapi, karena para tergugat lainnya, yakni tergugat III-VII tidak kunjung hadir, maka Majelis Hakim memutuskan para tergugat lainnya tersebut untuk ditinggal dan melanjutkan persidangan dengan agenda mediasi para pihak.

"Majelis Hakim kemudian menunjuk Kamijon sebagai Mediator dalam perkara a quo dan menunda sidang hingga mendapatkan laporan hasil mediasi," pungkas Ibnu.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel, gugatan Ilham Bintang ini klasifikasinya adalah perbuatan melawan hukum.

Sementara petitum gugatan Ilham, yaitu meminta Majelis Hakim agar mengabulkan gugatannya untuk seluruhnya; menyatakan tergugat I, tergugat II, tergugat III, tergugat IV, tergugat V, tergugat VI dan tergugat VII telah melakukan perbuatan melawan hukum atau Onrechtmatigedaad.

Selanjutnya, meminta agar Majelis Hakim menghukum tergugat I,  tergugat II, tergugat III, tergugat IV, tergugat V, tergugat VI dan tergugat VII untuk secara tanggung renteng mengganti kerugian yang diderita oleh penggugat berupa kerugian materiil sebesar Rp 255.124.666 dan kerugian immateriil sebesar Rp 10 miliar; serta membebankan biaya perkara tergugat secara tanggung renteng.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya