Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Aksi Teror Targetkan Warga China di Pakistan dan Afghanistan Makin Marak

JUMAT, 10 MARET 2023 | 11:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aksi teror yang kerap dilancarkan oleh organisasi militan ISIS Khorasan (ISIS-K) dilaporkan terus menargetkan warga China yang tinggal di Pakistan dan Afghanistan.

Baru-baru ini misalnya, terjadi serangan teror di Hotel Longan di Kabul, Afghanistan. Hotel ini sering disebut sebagai Hotel China lantaran sering didatangi oleh pebisnis China.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin mengatakan lima warga negaranya terluka dalam serangan tersebut, kemudian menyerukan agar mereka segera meninggalkan Afghanistan karena masalah keamanan.


Di Pakistan, bisnis dan properti China yang bergerak dalam koridor Belt and Road Initiative (BRI) kerap diserang dan dihancurkan oleh kelompok militan.

Akibat meningkatnya masalah keamanan tersebut, Beijing dilaporkan mulai membatasi kehadiran diplomatik di Pakistan.

Para ahli sering melihat hubungan strategis antara bagaimana jaringan teroris ini menargetkan China dan BRI untuk melemahkan pemerintah daerah yang mereka lawan.

CEO Intel Onyx Intelligence Advisory dan spesialis kontra terorisme, Laith Alkhouri, mengatakan ISIS-K melihat penargetan terhadap warga negara dan proyek konstruksi China sebagai keuntungan ganda.

“Di satu sisi (mereka) mencetak poin serangan, di sisi lain itu adalah faktor untuk menumbuhkan basis radikal mereka," jelasnya, seperti dimuat Nikkei Asia pada Selesa (7/3).

Taktik ini disebutnya konsisten dengan rencana ISIS yang lebih besar, yang menyerukan serangan pada waktu yang tepat dan memiliki nilai propaganda yang signifikan.

Selain itu, Alkhauri juga menilai ISIS-K memandang Beijing sebagai negara imperial atau kolonial yang kejam terhadap Muslim Uighur di Xinjiang China.  

Pada saat yang sama, kebencian militan terhadap China juga muncul karena menganggap negara itu membantu otoritas regional yang tidak mereka setujui.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya