Berita

Momen kebersamaan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau panen raya di Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3)/Net

Politik

Pengamat: Duet Prabowo-Ganjar Bisa Memecah Koalisi Parpol yang Sudah Terbentuk

JUMAT, 10 MARET 2023 | 08:26 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kedekatan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Jawa Tengah Kamis kemarin (9/3) bisa mengubah peta koalisi Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Power, Ikhwan Arif mengatakan, Prabowo dan Ganjar memiliki keterwakilan tokoh yang sangat dekat dengan Jokowi. Seolah memang ada sinyal dari Jokowi untuk menjodohkan keduanya.

"Secara langsung wacana menduetkan Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar bisa menjadi jawaban atas capres dan cawapres alternatif dari koalisi yang ada," kata Ikhwan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/3).


Melalui dua tokoh ini, koalisi gemuk juga dimungkinkan terjadi. Partai-partai politik yang sudah membentuk koalisi masing-masing bisa berubah jika pasangan Prabowo-Ganjar atau Ganjar Prabowo terjadi.

"Menduetkan Ganjar dan Prabowo, bisa memperkuat dukungan publik dan pemilih, apalagi kedua tokoh sangat populer dan memiliki nilai elektabilitas yang cukup tinggi dari hasil beberapa lembaga survei," sambungnya.

Prabowo yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan RI tampak akrab dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mendampingi Presiden Joko Widodo di Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3). Bahkan ketiganya sempat melakukan swafoto.

Momen keakraban itu terjadi saat Jokowi meninjau lokasi panen raya padi di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya