Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Separuh Warga Swiss Setuju Pemerintah Pasok Senjata ke Ukraina

JUMAT, 03 MARET 2023 | 06:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Tamedia dan 20 Minutes bekerja sama dengan Institut LeeWas menunjukkan bahwa 50 persen warga Swiss setuju negaranya mengirimkan senjata untuk membantu perang Ukraina.

Jajak pendapat yang dikeluarkan pada Rabu (1/3) itu cukup menyenggol sikap netral yang ditetapkan Swiss sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari tahun lalu.

Menurut survei yang melibatkan hampir 28 ribu orang itu, satu dari dua orang Swiss atau 50 persen warganya mendukung ekspor ulang senjata Swiss ke Ukraina.


Sementara 46 persen menunjukkan respon menentang, diduga mereka merupakan pendukung Partai Rakyat Swiss populis sayap kanan yang berkuasa di negara itu.

Terlepas dari tekanan Kyiv dan sekutunya, Swiss sejauh ini menolak untuk mengizinkan negara-negara yang memiliki persenjataan buatan Swiss untuk mengekspornya kembali ke Ukraina yang dilanda perang.

Asosiasi Pro Suisse, yang dengan gigih membela prinsip netralitas Swiss, mengatakan akan menuntut referendum jika parlemen memilih untuk melemahkan undang-undang tersebut.

Sementara itu, industri senjata Swiss sangat ingin melihat perubahan pada netralitas negaranya. Sebab tanpa pendekatan yang lebih fleksibel, pelanggan mereka akan mencari pemasok di negara lain.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya