Berita

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, jadi cawapres potensial ketika diduetkan dengan Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo/Net

Politik

Survei IPS: Ridwan Kamil Potensial Jadi Pendamping Anies atau Ganjar

RABU, 01 MARET 2023 | 18:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Perlahan tapi pasti, modal yang dimiliki Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk ikut bertarung dalam Pemilihan Presiden 2024 semakin menguat. Terutama dari sisi elektabilitas yang terlihat terus menanjak.

Terbaru, orang nomor satu di Jabar ini mendapatkan elektabilitas tertinggi sebagai cawapres 2024 berdasarkan survei Indonesia Polling Station (IPS) yang digelar pada 15-24 Februari 2023 di 34 provinsi.

Dalam survei kali ini, IPS mengajukan pertanyaan terbuka dan tertutup terkait capres dan cawapres 2024. Untuk pertanyaan terbuka adalah soal tokoh yang paling layak menggantikan Jokowi sebagai Presiden RI 2024-2029.


Responden kemudian memilih 11 nama tokoh nasional. Nama RK masuk di posisi keempat setelah Anies Baswedan.

"Adapun elektabilitas capres yang banyak disebutkan namanya oleh responden urutan pertama masih Prabowo Subianto 30,2 persen; Ganjar Pranowo 19,8 persen; Anies Baswedan 19,4 persen; dan Ridwan Kamil 5,6 persen. Capaian RK sendiri lebih tinggi dibandingkan beberapa tokoh lainnya," ujar peneliti senior IPS, Alfin Sugianto, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (1/3).

Saat diajukan pertanyaan tertutup atau dengan daftar nama tokoh kepada responden, nama Ridwan Kamil tetap berada di posisi keempat. Mengalahkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sandiaga Uno.

"Prabowo Subianto 33,1 persen; Ganjar Pranowo 22,1 persen; Anies Baswedan 20,9 persen; Ridwan Kamil 6,2 persen; AHY 4,3 persen; Erick Thohir 4,2 persen; Sandiaga Uno 2,8 persen," imbuhnya.

Kemudian, IPS juga mengajukan pertanyaan terbuka soal tokoh nasional yang paling layak menjadi Wakil Presiden RI periode 2024-2029 nanti. Dan, nama Ridwan Kamil masuk pada urutan pertama dengan elektabilitas tertinggi.

Rinciannya, Ridwan Kamil 13,5 persen; Ganjar Pranowo 12,4 persen; Erick Thohir 9,8 persen; Sandiaga Uno 9,7 persen; Anies Baswedan 8,6 persen. Ridwan Kamil sendiri mengalahkan Puan Maharani yang hanya meraih 4,1 persen.

Terkait cawapres ini, IPS juga kemudian mengajukan pertanyaan tertutup atau dengan daftar nama tokoh kepada responden. Dari 10 nama tokoh nasional yang disodorkan, RK tetap mendapatkan elektabilitas tertinggi.

"Ridwan Kamil mendapatkan elektabilitas 21,8 persen; Sandiaga Uno 15,5 persen; Erick Thohir 12,7 persen; AHY 10,1 persen; Moeldoko 9,8 persen," katanya.

Dengan elektabilitas capres dan cawapres yang tetap tinggi, IPS kemudian melakukan simulasi pasangan capres dan cawapres jelang Pemilu 2024. RK kembali mendapatkan suara terbanyak yang dipilih sebagai cawapres. Ada tiga nama capres yang disodorkan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan.

Ketika dipasangkan dengan Anies Baswedan, RK mendapatkan 21,3 persen; Sandiaga Uno 19,2 persen; AHY 15,4 persen. Kemudian, disandingkan dengan Ganjar Pranowo, RK mendapatkan 22,4 persen; Sandiaga Uno 16,2 persen; Erick Thohir 13,5 persen.

Bersama Prabowo Subianto, RK berada di urutan kedua dengan 14,5 persen. Sedangkan di urutan pertama ada Ganjar Pranowo (19,8 persen), dan di urutan ketiga Erick Thohir (12,2 persen).

"Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini dinilai publik sebagai yang terbaik untuk menjadi pendamping Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan," tandasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya