Berita

Lambang KAMI/Net

Politik

KAMI Organisasi Moral, Tidak Berafiliasi dengan Capres Mana pun!

SELASA, 28 FEBRUARI 2023 | 09:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merupakan organisasi moral yang tidak akan larut dalam kegiatan politik praktis, termasuk menggelar deklarasi mendukung bakal calon presiden mana pun.

Begitu tegas Ketua Komite Eksekutif KAMI Adhie M. Massardi kepada wartawan di Sekretariat KAMI di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa pagi (28/2).

Adhie menjelaskan bahwa KAMI adakah kekuatan civil society (masyarakat sipil) yang paling terorganisir lantaran didukung kalangan intelektual dan aktivis kampus, ulama, tokoh masyarakat, purnawirawan TNI, serta tokoh pergerakan pro-demokrasi yang tersebar di seluruh Indonesia.


Untuk itu, KAMI akan tetap istiqomah menjadi organisasi gerakan moral sebagaimana kesepakatan awal dideklarasikan pada 18 Agustus 2020.

KAMI lahir didorong oleh keprihatinan mendalam atas jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara. Di mana hampir semua penyelenggara negara, baik yang di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif tidak sungguh-sungguh berjalan berlandaskan Pancasila dan mengabaikan perintah Konstitusi UUD 1945 maupun UU lainnya.

“Itu sebabnya kohesi sosial makin mengkhawatirkan, indeks korupsi, pelanggaran HAM dan jurang kaya-miskin menukik tajam,” tambahnya.

Sementara saat ditanya soal afiliasi bakal calon presiden, Adhie menjelaskan bahwa pemilu di banyak negara memang menjadi salah satu instrumen penyelesaian persoalan bangsa. Tapi di Indonesia, pemilu justru merupakan salah satu persoalan krusial bangsa ini.

“Pemilu menjadi pendorong tingginya angka korupsi dan pencetus merebaknya kohesi sosial,” jawab Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini.

Kenapa KAMI mengambil jarak dengan perhelatan pemilu sebagai buah demokrasi, lantaran banyak hal yang perlu dikritisi, terutama pemilu kali ini.

Pertama, apakah pemilu bisa terselenggara sesuai jadwal yang disepakati. Kalau tidak, misalnya karena satu dan lain hal dibatalkan pemerintah, maka langkah apa yang harus dilakukan?”

“Jika pun digelar sesuai jadwal, apakah berjalan sesuai kaidah demokrasi yang jujur, adil dan akuntabel? Kalau terjadi kecurangan, langkah apa yang harus dilakukan?” sambungnya.

KAMI punya tanggung jawab moral-intelektual untuk memandu dan membekali masyarakat guna pertimbangan dalam memilih anggota legislatif (pusat dan daerah), DPD, presiden/wapres, serta kepala daerah yang rencananya akan digelar serentak.

Tapi bukan sebab itu saja KAMI memilih tidak berafiliasi dengan capres/cawapres dan kontestan pemilu lainnya di semua level.

Tokoh-tokoh yang bergabung di KAMI ini memiliki jalan politik yang sangat berwarna. Beberapa di antaranya ASN dan pejabat di kampus. Ada dosen, rektor, dan lain sebagainya yang tidak boleh berpolitik praktis.

“Jadi kalau KAMI mendukung salah satu kontestan, bisa berantakan organisasi masyarakat sipil yang banyak diharapkan publik menjadi corong suara kelompok terpinggirkan dan tertindas,” tambahnya.

Akan tetapi menurut Adhie, bukan berarti pendukung KAMI tidak boleh berpolitik dan ikut berpemilu ria. Sebab secara personal, anggota KAMI bebas berpolitik sesuai dengan pilihannya.

“Bahkan ada yang sudah menjadi anggota tim sukses capres tertentu. Tidak masalah. Tapi jika dia tercantum dalam struktur, sekalipun di pucuk pimpinan, ya harus mundur,” pungkas Adhie Massardi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya