Berita

Pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga /RMOL

Politik

Akting Cuci Mobil Sendiri, Pencitraan Risma Tak Laku di DKI

SENIN, 27 FEBRUARI 2023 | 09:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Gaya pencitraan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, dinilai tidak akan membantu mendongkrak elektabilitas, jika ingin maju menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Penilaian itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (27/2).

"Pencitraan ala Risma itu tidak akan membantunya bila maju DKI Jakarta. Sebab, warga Jakarta lebih memilih gubernur yang rasional," katanya.


Menurutnya, pencitraan mantan Walikota Solo kali ini terkesan sangat vulgar. Karena itu sebagian masyarakat tidak terpukau dengan akting Risma.

"Warga Jakarta yang jauh lebih kritis tentu dapat membaca akting itu. Akibatnya bukan simpati yang didapat Risma, tapi justru antipati. Bahkan jadi bahan cibiran," katanya.

Mantan Dekan Fikom IISIP itu juga menambahkan, pendekatan pencitraan sudah kehilangan keampuhan. Pasalnya, masyarakat sudah kapok dengan pemimpin hasil pencitraan.

"Karena itu, bila hanya bermodalkan pencitraan vulgar seperti itu, maka peluang Risma menang pada Pilgub DKI Jakarta sangat kecil," tutupnya.

Seperti diketahui, mantan Walikota Surabaya itu kerap melakukan hal-hal nyeleneh, seperti baru-baru ini mencuci mobil dinas sendiri. Sebagian masyarakat menilai itu berlebihan dan penuh pencitraan.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya