Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kanada Umumkan Tindakan Baru Lindungi Pengungsi Iran

SABTU, 25 FEBRUARI 2023 | 09:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Kanada akan memfasilitasi perpanjangan masa tinggal bagi pengungsi Iran yang berada di negaranya.

Langkah itu bertujuan untuk melindungi para pengungsi dari kekacauan dan kekerasan yang sedang terjadi di Iran, di tengah gelombang protes yang meluas di negara itu.

Hal tersebut diumumkan oleh Kementerian Imigrasi Kanada, dalam pernyataannya pada Kamis (23/2).


“Kanada berkomitmen untuk melindungi warga Iran yang sudah berada di Kanada, dan membantu keluarga Iran tetap bersama. Mengingat pelanggaran HAM berat dan sistematis yang dilakukan oleh rezim Iran selama penumpasan brutal terhadap pengunjuk rasa, beberapa mungkin ingin memperpanjang masa tinggal mereka di Kanada daripada kembali ke rumah saat ini,” bunyi pernyataan itu, seperti dikutip dari Iran International, Jumat (24/2).

Kemudahan izin yang ditawarkan itu akan mulai berlaku dan diprioritaskan pada 1 Maret mendatang, dengan menggratiskan biaya tersebut.

Saat ini, menurut Menteri Imigrasi Kanada Sean Fraser, pihaknya juga sedang mempertimbangkan jalur izin kerja yang terbuka dan tersedia bagi para pengungsi Iran di negaranya

"Kanada tidak akan berdiam diri dalam menghadapi agresi ini karena rezim Iran terus melakukan pelanggaran hak asasi manusia," ujar Sean Fraser.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya