Berita

Niyaz Ghopur, pengungsi Uighur di Pakistan/RFA

Dunia

Pakistan Diduga Persulit Pengungsi Uighur, Dapat Tekanan dari China?

JUMAT, 24 FEBRUARI 2023 | 12:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kedekatan Pakistan dengan China semakin mengancam para pengungsi Uighur. Bahkan sejumlah pengungsi mengaku kesulitan untuk memperpanjang kartu pengungsi.

Salah satunya adalah Niyaz Ghopur. Ghopur dan delapan anggota keluarganya mengaku sempat mendapat ancaman deportasi ke China lantaran masa berlaku kartu pengungsi mereka telah habis pada Oktober lalu.

Menanggapi ancaman tersebut, Ghopur yang telah menjadi pengungsi Pakistan sejak 2016, pergi ke kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR). Namun badan itu secara misterius menolak untuk memperbarui kartu pengungsi mereka.


“Kami telah pergi ke sana (ke kantor UNHCR) tiga atau empat kali akhir-akhir ini, dan staf mengatakan bahwa mereka berhenti mengeluarkan kartu dan akan menghubungi kami ketika mereka mulai menerbitkannya kembali,” jelasnya, seperti dikutip RFA pada Jumat (24/2).

Menurut penelusuran RFA, ada lima hingga enam keluarga lainnya yang memiliki permasalahan serupa dengan Ghopur, dan segera menghubungi kantor pusat UNHCR di Jenewa, Swiss.

Insiden ini diduga terjadi karena pemerintah Pakistan memiliki hubungan dekat dengan China. Hal tersebut terlihat dari Islamabad yang sering menyuarakan dukungan untuk seluruh kebijakan Beijing di Xinjiang, Laut China Selatan, serta di Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Selain itu mereka juga dicurigai telah mendapatkan tekanan dari Beijing karena Islamabad terikat dengan kesepakatan Belt and Road Initiative China, untuk meningkatkan infrastruktur Pakistan.

Sebab, setelah RFA melaporkan insiden itu kepada kepala komunikasi global UNHCR, Joung-ah Ghedini-Williams, badan PBB di Pakistan itu segera memperbarui kartu pengungsi untuk keluarga Uighur yang bersangkutan, dan pengadilan Pakistan mengatakan mereka tidak akan mendeportasi pengungsi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya