Berita

Lambang PDI Perjuangan/Net

Politik

PDIP Tak Bisa Dikte Koalisi yang Didukung Rakyat

SELASA, 07 FEBRUARI 2023 | 15:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

PDI Perjuangan dianggap tidak bisa mendikte koalisi yang didukung oleh rakyat. Mengingat, pada akhirnya penentu suara ada di rakyat, bukan di koalisi.

Begitu yang disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto soal keyakinan bahwa PDIP menjadi penentu kerja sama di Pemilu 2024 mendatang.

"Bisa jadi PDIP jadi penentu peta koalisi, tetapi itu tidak mutlak. Karena saat ini ke mana arah angin dukungan rakyat semakin terbaca. Jadi PDIP tidak bisa dikte koalisi yang didukung rakyat. Karena akhirnya muara penentu suara ada di rakyat, bukan di koalisi," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (7/2).


Sehingga kata Muslim, klaim PDIP sebagai penentu koalisi bisa terbantahkan. Karena, partai mana yang pro dengan rakyat, maka akan menjadi penentu koalisi.

"PDIP harus sadar itu. Kalau PDIP memang berbuat untuk kepentingan rakyat, PDIP tidak membiarkan petugas partainya sakiti rakyat. Saat ini koalisi-koalisi yang sudah dibentuk segera saja konsolidasi untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan politis semata," pungkas Muslim.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya