Berita

Perawat lakukan aksi protes di luar Rumah Sakit St Thomas, di London, pada 6 Februari 2023/Foto: Reuters

Dunia

Pekerja Medis di Inggris Lakukan Aksi Mogok, Terbesar dalam Sejarah Pelayanan Kesehatan

SELASA, 07 FEBRUARI 2023 | 06:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor kesehatan Inggris kemungkinan akan terancam setelah ribuan petugas kesehatan memulai aksi mogok terbesar pada Senin (6/2).

Perawat dan pekerja ambulans meninggalkan pekerjaan mereka dan bergabung dengan barisan aksi. Mereka menyerukan perbaikan upah yang telah lama dikeluhkan tetapi tidak kunjung mendapat tanggapan.

Layanan Kesehatan Nasional (NHS) yang dikelola negara cukup terdampak dengan aksi besar ini.


Aksi mogok sebelumnya dilakukan pada akhir 2022, tetapi aksi pada Senin memberikan kekuatan yang lebih, di mana perawat dan pekerja ambulans bersatu, menjadi aksi mogok terbesar dalam 75 tahun sejarah NHS.

Menurut laporan Reuters, mereka juga akan mengulang aksi tersebut pada Selasa (7/2) waktu setempat. Aksi Selasa kemungkinan akan bertambah dengan bergabungnya staf fisioterapis.

Direktur Medis NHS, Stephen Powis, mengatakan, minggu ini menjadi paling mengganggu dalam sejarah NHS.

Petugas kesehatan menuntut kenaikan gaji. Sayangnya, pemerintah mengatakan saat ini hal itu tidak bisa terpenuhi di tengah beban negara dengan harga-harga yang melambung tinggi, mencerminkan inflasi terburuk di Inggris dalam empat dekade.

Bila tidak segera dilakukan jalan keluar, maka sektor kesehatan bisa lumpuh. Serikat Pekerja Royal College of Nursing kemudian  menulis pengaduan kepada Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan agar orang-orang mendapatkan haknya dan sektor kesehatan akan kembali normal.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya