Berita

Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani/Net

Politik

Demokrat Minta Sandiaga Uno Buktikan Tudingan Anies Punya Utang Rp 50 Miliar

SENIN, 06 FEBRUARI 2023 | 03:16 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang uuga mantan tim sukses Anies Baswedan Sandiaga Salahuddin Uno, Erwin aksa direspons oleh Partai Demokrat.

Erwin Aksa mengungkapkan bahwa Anies memiliki tanggungan utang ke Sandiaga Uno sebesar Rp 50 miliar. Dana miliaran itu digunakan untuk kebutuhan logistik pemenangan Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017 silam.

Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani meminta Sandiaga Uno untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Bagi Kamhar, yang punya tanggung jawab membuktikan adalah si penuduh bukan yang tertuduh.


"Silakan ditanyakan langsung ke Mas Sandi saja untuk membuka faktanya. Minta beliau buka saja agar terang benderang. Membuktikan adalah tugas yang menuduh," demikian kata Kamhar seperti yang disampaikan melalui video singkat, Minggu (5/2).

Lebih lanjut, Kamhar mengutarakan bahwa Sudirman Said selaku utusan tim kecil Anies sudah membantah apa yang ditudingkan oleh Erwin Aksa. Kata Sudirman Said, soal dana logistik Pilkada tidak akan menjadi utang piutang jika pasangan Anies-Sandi berhasil memenangan kan kontestasi Pilgub DKI Jakarta.

Ia mengingatkan Erwin Aksa untuk segera meminta Sandiaga Uno membuka fakta yang sebenarnya. Politisi partai berlambang mercy ini khawatir isu tersebut menjadi liar di publik yang mengarah pada fitnah dan merugikan Anies Baswedan.

Bagi Demokrat, apa yang diserangkan kepada Anies Baswedan. Sebab, tidak ada hal substansi untuk dijadikan alat serang kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Anies Baswedan sendiri adalah bakal calon presiden yang didukung oleh Partai Demokrat bersama Partai Nasdem dan PKS.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya