Berita

Global

PBB: Setengah Obat-obatan di Wilayah Sahel Tidak Layak Pakai dan Kadaluwarsa

KAMIS, 02 FEBRUARI 2023 | 15:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setengah dari obat-obatan yang beredar di wilayah Sahel Afrika dilaporkan dalam kondisi tidak layak konsumsi dan kadaluwarsa.

Menurut Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) pada Rabu (1/2), obat-obatan di bawah standar itu ditarik dari rantai pasokan di Eropa, China, dan India, kemudian dibawa melewati pelabuhan di Guinea, Ghana, Benin dan Nigeria dan berakhir ke Sahel.

Kepala unit penelitian dan pengembangan UNDOC, François Patuel mengatakan peredaran obat-obatan berstandar rendah di negara Sahel seperti Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger dan Chad mencapai setengahnya.


"Persentase obat-obatan di bawah standar atau dipalsukan di pasaran (Sahel), berkisar antara 19 hingga 50 persen," ungkapnya seperti dimuat African News.

Lebih buruk lagi, kata Patuel, obat-obatan itu banyak yang tidak memiliki panduan tata cara penggunaan untuk pasien.

"Jika ingin mendapatkan antibiotik dari pasaran, Anda bisa mendapatkannya. Apakah tepat untuk digunakan atau tidak? Itu harus dikontrol,” tegasnya.

Jika obat tanpa petunjuk terus digunakan, Patuel khawatir itu akan berdampak pada tingginya resistensi mikroba dan antimalaria, yang akan berbahaya bagi pasien.

Patuel mengungkap, bahwa meskipun wilayah Sahel dipenuhi kekerasan ekstremis, tetapi kelompok bersenjata dilaporkan kurang terlibat dalam peredaran obat-obatan tersebut.

"Keterlibatan kelompok teroris dan kelompok bersenjata non-negara dalam kasus ini terbatas," pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya