Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Erdogan: Jika Terus Mengizinkan Serangan terhadap Al Quran, Turki akan Menolak Swedia Masuk NATO

KAMIS, 02 FEBRUARI 2023 | 07:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sikap Swedia yang mendiamkan aksi pembakaran Al Quran benar-benar membuat marah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sehingga kemungkinan mereka mendapat persetujuan masuk NATO semakin kecil.

Dalam pernyataannya pada Rabu (1/2), Erdogan kembali menegaskan bahwa Turki akan mengesampingkan lampu hijau bagi negara Nordik itu untuk bergabung sebagai anggota NATO selama mereka mengizinkan serangan terhadap kitab suci Umat Islam.

"Kami tidak akan mengatakan 'ya' untuk (Swedia) masuk ke NATO selama Anda mengizinkan kitab suci kami, Al-Quran, untuk dibakar, dicabik-cabik, dengan persetujuan petugas keamanan Anda," kata Erdogan, mengacu pada pembakaran Alquran baru-baru ini di Stockholm, seperti dikutip dari Anadolu Agency.


Erdogan menegaskan negaranya mengikuti dengan cermat perkembangan mengenai proses keanggotaan NATO untuk Finlandia dan Swedia. Ia mengatakan bahwa pandangannya tentang Finlandia positif, tetapi tidak untuk Swedia.

Pernyataannya muncul setelah ekstremis Denmark-Swedia Rasmus Paludan pekan lalu membakar salinan Alquran pada dua kesempatan terpisah, pertama di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm dan kemudian di depan sebuah masjid di Denmark.

Paludan juga mengatakan akan membakar kitab suci umat Islam setiap Jumat sampai Swedia diterima sebagai anggota NATO.

Swedia dan Finlandia secara resmi mendaftar untuk bergabung dengan NATO Mei lalu, sebuah keputusan yang dipicu oleh perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari 2022.

Di bawah memorandum yang ditandatangani Juni lalu antara Turki, Swedia, dan Finlandia, kedua negara Nordik berjanji untuk mengambil langkah-langkah melawan teroris untuk mendapatkan keanggotaan dalam aliansi NATO.

Dalam perjanjian tersebut, Swedia dan Finlandia setuju untuk tidak memberikan dukungan kepada kelompok teroris seperti PKK dan cabangnya, dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), dan mengekstradisi tersangka teror ke Turki, di antara langkah-langkah lainnya.

Kesepakatan bulat dari semua anggota NATO, termasuk Turki diperlukan agar setiap anggota baru dapat diterima di aliansi militer pimpinan Amerika Serikat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya