Berita

Nasabah Astra Life saat konferensi pers menuntut pengembalian uang premi, Jumat (6/1) lalu/RMOLJatim

Nusantara

Didatangi 2 Oknum Perusahaan Asuransi, 24 Nasabah Astra Life Bakal Lapor ke Polda Jatim

RABU, 01 FEBRUARI 2023 | 10:28 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Para nasabah PT Asuransi Jiwa Astra atau Astra Life merasa heran dengan pihak asuransi yang mengklaim alamat pemegang polis tidak sesuai nama dan alamat. Karena, mereka sudah didatangi dua orang yang mengaku dari pihak Asuransi.

"Apa yang dikatakan pihak Astra Life tidak nyambung. Jika alamat nasabah atau pemegang polis tidak ditemukan atau tidak lengkap, bagaimana caranya dua oknum yang mengaku dari Astra Life bisa mendatangi satu persatu alamat nasabah," terang koordinator dari 24 nasabah Astra Life, Yunus, yang kini menuntut pengembalian uang atas pembatalan sebagai pemegang polis, diwartakan Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (1/2).

Menurut Yunus, ada dua oknum dari Astra Life mendatangi rumah-rumah nasabah. Mereka mengaku sebagai staf Astra Life Jakarta tanpa menunjukkan surat tugas dan kartu pengenal.


Yunus menyebut telah mengantongi nama dua oknum tersebut. Yakni PR dan PG. Mereka beralasan melakukan survei kepuasan nasabah. Mereka datang selang seminggu setelah para nasabah mengajukan pembatalan.

"Padahal jelas kami kecewa, ini malah disurvei. Pertanyaannya, darimana mereka tahu alamat para nasabah. Sedang pihak Astra Life mengklaim alamat nasabah tidak sesuai," jelasnya.

Para nasabah juga merasa terganggu dengan kehadiran dua oknum tersebut. Apalagi, mereka mengaku dengan nama berbeda-beda di hadapan para nasabah. Mengaku sebagai marketing maintanance hingga costumer service.

"Kalau mereka datang ke rumah nasabah tanpa modus, mengapa harus pakai nama fiktif. Mereka memotret rumah-rumah nasabah dan bawa souvenir," jelas Yunus.

Sebelumnya para nasabah yang merasa terganggu dengan kedatangan dua oknum tersebut sempat menghubungi Customer Service (CS) 'Hallo Astra Life'. Namun pihak Astra Life membantah memiliki karyawan yang dimaksud.

"Aneh saja, mereka bukan karyawan Astra Life tapi mengetahui semua data nasabah," ucapnya.

Karena itu, Yunus bersama 24 nasabah asuransi Astra Life berencana melaporkan dua oknum PR dan PG ke Polda Jatim.

"Kami akan laporkan dua oknum tersebut. Kami punya bukti termasuk foto-foto yang bersangkutan," ujarnya.

Permasalahan ini berawal dari tuntutan pengembalian uang premi 24 nasabah asuransi Astra Life karena tak kunjung mendapatkan buku polis.

Menurut mereka, buku polis tersebut seperti kontrak kerjasama (MoU) antara nasabah dan perusahaan asuransi. Bahkan ada nasabah yang membeli dua polis tetapi yang diterima hanya satu buku polis.

"Jika polis pertama diterima, sedang polis kedua tidak, bagaimana bisa dikatakan alamat nasabah bermasalah. Bukankah sudah tugas dari perusahaan yang katanya berkomitmen penuh untuk memberikan produk dan layanan terbaik kepada nasabah untuk melakukan klarifikasi ulang terhadap alamat nasabah dan memastikan untuk menjadwalkan pengiriman ulang?" tegas Yunus.

Yunus mengatakan, dari 24 nasabah asuransi Astra Life yang menuntut pengembalian uang atas pembatalan sebagai pemegang polis, total uang yang sudah dibayarkan mencapai Rp 1.259.440.000.

"Kita tidak minta ganti rugi. Kita hanya minta uang kembali. Kenapa tidak bisa," tanyanya.

Bahkan sudah sekitar 6 bulan nasabah tidak mendapatkan klarifikasi apapun dari pihak Astra Life sehubungan dengan hal ini.

Padahal ada beberapa nasabah lain yang meminta pembatalan pemegang polis, dan uang mereka dikembalikan. Tetapi, anehnya, hal ini tidak terjadi terhadap 24 nasabah tersebut.

"Jika premi mereka dikembalikan penuh, mengapa premi kita tidak kunjung dikembalikan? Saya sebagai perwakilan dari 24 nasabah, melihat OJK tidak berfungsi sebagaimana mestinya, yang seharusnya bisa menjadi mediator antara nasabah dan Astra Life. Sampai dengan pernyataan ini dibuat, OJK pun masih bungkam," tutur Yunus yang mengklaim memiliki bukti pengembalian uang nasabah lain dan siap membeberkannya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Astra Life, Otto Hasibuan, saat konferensi pers di Senayan Avenue, Jakarta, Rabu lalu (25/1) mengatakan, telah menempuh jalur hukum terkait dugaan kecurangan atau fraud yang dilakukan oknum agen asuransi atas 24 nasabah Astra Life yang berada Jawa Timur.  

"Ada dugaan yang kita temukan, ada fraud yang dilakukan oknum tertentu yang bisa merugikan Astra Life dan nasabah. Fraud ini bisa dilakukan oleh mitra pemasar atau juga oknum lain, ini yang kita lihat," ujar Otto sebagaimana dimuat Kantor Berita Politik RMOL.

Pihak Astra Life pun, lanjut Otto, sudah membuat laporan secara resmi ke Mabes Polri pada 18 Januari 2023. Sehingga, Otto menyampaikan, pihak Astra Life berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan taat kepada hukum.

Namun, menurut Otto, polis yang dikirimkan ke nasabah ada beberapa alamat yang tidak sesuai dengan nama pemegang polis asuransi.

"Tetapi setelah dicek ada beberapa polis tidak sesuai nama-nama atau lebih tepatnya alamat-alamat daripada nasabah ini. Kenapa bisa terjadi? Apa motifnya? Apa modusnya? Ini yang diselidiki," jelas Otto.

Otto pun mengimbau kepada nasabah-nasabah Astra Life yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum hingga menemukan solusi.

"Bagi yang merasa dirugikan, silakan tempuh jalur hukum, lakukan saja, tak perlu melakukan cara-cara di luar hukum," tandas Otto.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya