Berita

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos/Net

Dunia

Kucurkan Banyak Investasi, China Incar Proyek Strategis Filipina

KAMIS, 26 JANUARI 2023 | 09:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Filipina telah mengantongi sejumlah investasi dari negeri tirai bambu setelah Presiden Filipina Ferdinand Marcos melakukan kunjungan kenegaraannya pada awal tahun ini ke China.

Dimuat The Hong Kong Post pada Jumat (20/1), kesempatan itu telah digunakan China untuk mengucurkan investasi ke negara yang memang proyek-proyek strategisnya tengah diincar oleh China.

Dalam kunjungannya pada 3-5 Januari 2023, Marcos dan Presiden China Xi Jinping sepakat untuk melanjutkan pembicaraan mereka tentang eksplorasi minyak dan gas bersama di luar area yang tidak dipersengketakan di Laut China Selatan (LCS).


Selain itu kementerian luar negeri dari kedua negara ini juga telah menyepakati pembentukan mekanisme komunikasi masalah maritim, serta menerima proposal dari China tentang perjanjian kerjasama perikanan di wilayah LCS.

Menurut mantan Penasihat Keamanan Nasional, Clarita Carlos, masih banyak lagi kesepakatan lainnya yang disetujui oleh kedua negara, yang tidak diketahui publik, sebagai upaya dari Filipina dan China yang tengah mencapai Modus Vivendi atau perjanjian sementara, untuk meredakan ketegangan akibat konflik di LCS.

Di samping itu, Filipina yang telah melonggarkan peraturannya untuk mengizinkan 100 persen kepemilikan asing dalam proyek tenaga surya dan angin di negaranya, telah memicu sembilan perusahaan energi asal Tiongkok memutuskan untuk pindah ke negara itu dengan janji membawa 13,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 205 triliun.

Selain itu kelonggaran itu pula, telah menyebabkan banyaknya orang asing di luar perusahaan energi, yang memutuskan untuk pergi ke negara itu.

Baru-baru ini sekelompok nelayan Pambansang Lakasng Kilusang Mamamalakayang Pilipinas (Pamalakaya) telah mengeluh, karena mereka sedang merasa terancam, setelah melihat banyaknya orang Tionghoa yang berada di sekitar Laut Filipina Baratnya (WPS).

Mereka khawatir bahwa China akan mengeksploitasi perairannya yang kaya dengan cadangan minyak, gas alam dan sumber dayanya yang besar. Untuk itu kelompok nelayan itu mendesak Penasihat Keamanan Nasional (NSA), Eduardo Año untuk mengamankan dan melindungi perairannya.

"Kehadiran Milisi Maritim China (di WPS) adalah ancaman terbesar keamanan nasional saat ini, dan NSA yang baru diangkat harus memprioritaskan masalah ini," ujar jurubicara nasional Pamalakaya, Ronnel Arambulo

Menurut amatan dari The Hong Kong Post, Filipina perlu berhati-hati atas investasi yang diberikan oleh China, karena track record negara itu dikenal bersifat predator dan buram, yang akan menyebabkan masalah baru bagi Filipina karena utang tersembunyi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya