Berita

Pesawat tak berawak Bayraktar/Middle East

Global

Kuwait Beli Drone Tempur Bayraktar Turki Senilai Rp 5,5 triliun

SABTU, 21 JANUARI 2023 | 09:03 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kuwait telah menandatangani kesepakatan senilai 370 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,5 triliun untuk membeli drone tempur Bayraktar yang populer milik Turki.

Dalam pengumumannya di Twitter, Baykar, produsen senjata Turki, mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan kesepakatan dengan Kementerian Pertahanan Kuwait untuk menyediakan drone Bayraktar TB2.

"Semoga berhasil dengan kontrak ekspor senilai 370 juta dolar AS, yang kami tandatangani dengan Kementerian Pertahanan Kuwait," tulis @BaykarTech di Twitter pada Rabu (18/1).


Baykar akan memprioritaskan permintaan Kuwait daripada perusahaan dari Amerika, Eropa, dan China.

Belum diketahui rincian dari total jumlah drone tempur yang akan diterima Kuwait, namun menurut laporan dari Middle East Eye, negara tersebut akan menerima sebanyak 18 drone,  dengan satu unit dibandrol sekitar Rp 75 miliar.

Karena kendaraan tak berawak itu membutuhkan 100 amunisi mikro, maka harga keseluruhan dari Bayraktar TB2 menjadi sekitar Rp 226 miliar per unit, dengan biaya-biaya lain yang juga harus diperhitungkan, seperti pelatihan dan pusat komando dan kontrol untuk dapat mengoperasikan drone tersebut.

Selama beberapa tahun terakhir, kendaraan udara tak berawak Bayraktar TB2 ini telah mendapatkan popularitasnya di seluruh dunia, karena keefektifannya di udara yang dinilai baik setelah berkontribusi pada konflik udara di Libya, Suriah, Karabakh, dan Ukraina.

Sebanyak 28 negara telah menggunakan drone tempur ini, dengan lebih banyak lagi negara yang berusaha mengejar kesepakatan dengan Baykar untuk bisa mendapatkan drone tersebut.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya