Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Afsel bersama China dan Rusia Gelar Latihan Militer Operation Mosi

JUMAT, 20 JANUARI 2023 | 07:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dalam rangka memperkuat hubungan tiga negara, Afrika Selatan mengumumkan akan menggelar latihan militer bersama angkatan laut Rusia dan China di lepas pantainya.

Pihak militer Afrika Selatan mengkonfirmasi pada Kamis (19/1) bahwa latihan Operation Mosi -yang berarti asap - akan digelar pada Februari mendatang.

"Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah untuk angkatan laut China dan Federasi Rusia dalam latihan maritim multilateral antara 17 dan 27 Februari," kata militer dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Africa News, Jumat (20/1).


"Untuk memperkuat hubungan yang sudah berkembang antara Afrika Selatan, Rusia dan China, manuver bersama akan dilakukan di lepas pantai Durban, pelabuhan terbesar di Afrika selatan, dan Teluk Richards sekitar 180 km lebih jauh ke utara," lanjut pernyataan itu.

Latihan Februari, yang dilakukan setahun setelah invasi Rusia ke Ukraina merupakan yang kedua kali digelar, setelah ketiga negara menggelar untuk pertama kalinya pada November 2019 di Cape Town, Afrika Selatan.

"Manuver ini akan melibatkan lebih dari 350 personel militer Afrika Selatan dari beberapa layanan dan divisi bersama rekan Rusia dan China mereka dengan tujuan berbagi keterampilan dan pengetahuan operasional," kata pernyataan itu lebih lanjut.

Afrika Selatan telah mengambil sikap netral sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, menolak bergabung dengan seruan Barat untuk mengutuk Moskow.

Oposisi Aliansi Demokrat mengecam keputusan militer, dengan mengatakan bahwa itu berarti bertentangan dengan sikap "netral" mereka terhadap perang Rusia di Ukraina, partai Kongres Nasional Afrika yang berkuasa di Afrika Selatan telah secara efektif memihak Moskow.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya