Berita

Enam belas terdakwa diadili sehubungan dengan pembunuhan seorang anggota pasukan paramiliter Basij/Net

Dunia

Di Balik Eksekusi Mati Mantan Atlet Karate Iran, Terdakwa Diberi Waktu Hanya 15 Menit untuk Membela Diri

KAMIS, 19 JANUARI 2023 | 07:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah sorotan dunia internasional atas tindakan keras Iran terhadap pendemo anti-pemerintah, muncul laporan tentang proses pengadilan Mohammad Mehdi Karami, seorang pengunjuk rasa Iran yang dieksekusi pada 7 Januari lalu.

Sumber di pemerintahan mengatakan kepada BBC Persia, bahwa Karami (22) seorang juara karate hanya diberi waktu kurang dari 15 menit untuk membela diri dari hukuman mati.

Karami, juara karate, ditangkap selama protes di kota Karaj atas keterlibatannya dalam pembunuhan seorang anggota pasukan Basij paramiliter Iran pada 3 November 2022. Karena kasusnya dianggap sensitif oleh pengadilan, dia diberikan pengacara yang ditunjuk pengadilan.


Namun, pengacara itu tidak menjawab panggilan keluarganya pada Minggu ((15/1) sebelum persidangan digelar. Ayah Karami, Mashallah Karami, mengatakan kepada surat kabar Etemad yang berbasis di Teheran bahwa dia tidak diizinkan untuk menyewa pengacara lain untuk anaknya.

Wartawan dan anggota keluarga terdakwa juga dilarang hadir di pengadilan, jadi satu-satunya jendela untuk mengetahui apa yang terjadi di balik pintu tertutup adalah rekaman yang telah diedit dengan cermat yang dirilis oleh pengadilan.

Dalam salah satu video, Karami tampak sangat tertekan saat dia "mengaku" memukul kepala anggota Basij dengan batu. Pengacara  yang ditunjuk pengadilan tidak menentang atau memberi pembelaan untuk Karami, sebaliknya ia malah meminta maaf kepada hakim.

Karami nampak lunglai, merasa "tertipu" dengan pengacaranya.

Iran mengeksekusi Karami bersama Seyed Mohammad Hosseini, hanya 65 hari setelah penangkapannya.

Empat orang telah digantung sejauh ini setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan terkait kerusuhan rakyat yang meletus pada bulan September atas kematian Amini. Pada Sabtu, media Iran mengatakan mantan ajudan Kementerian Pertahanan Alireza Akbari dieksekusi karena menjadi mata-mata.

Eksekusi itu memicu kecaman dari Eropa dan AS, tetapi Presiden Iran Ebrahim Raisi bersikeras bahwa identifikasi, pengadilan dan hukuman terhadap semua orang yang diyakini pihak berwenang terlibat dalam kekerasan akan terus berlanjut.

Penguasa Iran berusaha menekan protes nasional selama berbulan-bulan yang dipicu oleh kematian dalam tahanan Mahsa Amini (22), beberapa hari setelah dia ditangkap oleh polisi moralitas pada awal September atas tuduhan mengenakan jilbabnya "tidak pantas".

Terdakwa berhak atas perwakilan hukum di Iran, tetapi pengadilan negara itu tidak mengizinkan pengunjuk rasa dan pembangkang untuk memilih pengacara mereka sendiri selama persidangan yang dianggap sensitif oleh pihak berwenang.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya