Berita

Kompakdesi bantah mantan Kepala Desa se-Jabar beri dukungan kepada Ganjar Pranowo/Ist

Politik

Bantah Mantan Kepala Desa Se-Jabar Dukung Ganjar Pranowo, Kompakdesi: Kami Independen

SABTU, 14 JANUARI 2023 | 04:28 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

DPP Komunitas Purnabakti Kepala Desa Seluruh Indonesia (Kompakdesi) membantah DPD Kompakdesi Jabar mendukung Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024 pada Musda 9 Januari 2023 di Bandung.

Dalam Musda tersebut dipastikan tak pernah mengarahkan ke salah satu kandidat, karena Kompakdesi independen.

Ketua DPP Kompakdesi, Dadang. mengaku kecewa dengan adanya pemberitaan terkait organisasi yang dipimpnnya disebut memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo. Menurutnya, terindikasi ada pelintiran dari pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan organisasinya.


"Saya kecewa, pemberitaan tersebut ingin memecah belah Kompakdesi. Itu pernyataan yang tidak bertanggungjawab," tuturnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

"(Kami) Tidak pernah mengeluarkan statemen seperti yang diberitakan di media-media atau pun medsos (bahwa) Kompakdesi yang mendukung salah satu kandidat capres," sambungnya.

Oleh sebab itu, Dadang menampik ada pernyataan Ketua terpilih DPD Kompakdesi Jabar, Yanti Susilawati, yang mendukung Ganjar Pranowo

"Jadi saat dikonfirmasi terkait pemberitaan di lapangan, Ketua DPD tidak pernah menyampaikan seperti yang diberitakan," ucapnya.

Kendati demikian, Dadang meminta DPD Kompakdasi Jabar untuk segera memberikan klarifikasi langsung soal hal tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Sementara itu, Sekjen DPP Kompakdesi, Muhamad Rumran menambahkan, berita dukungan terhadap salah satu kandidat Capres pada Musda DPD Kompakdesi Jabar itu tidak benar.

"Musda yang kemarin di Jabar itu murni musda tidak ada tendensi apapun," tambah Rumran.

Ia menerangkan, pernyataan soal dukungan terhadap salah satu Capres itu disampaikan oleh Ketua terpilih DPD Kompakdasi Jabar, Yanti Susilawati.

"Yanti itu adalah ketua terpilih secara aklamasi tapi belum menerima SK dari DPP. Adapun jika benar itu statmen darinya, itu berarti dari pribadinya bukan atas nama organisasi," tegasnya.

Dengan demikian, DPP Kompakdesi mengimbau kepada Kompakdesi se-Indonesia untuk tidak resah dengan pemberitaan tersebut. Dia menyakinkan, Kompakdesi akan berjalan sesuai dengan amanat munas di Bandung.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya