Berita

Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman), Iwan Dwi Laksono dalam diskusi series Teras Politik Kang Kiflan yang digelar Kantor Berita Politik RMOL dengan tajuk "Membaca Pesan Megawati", di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (11/1)/RMOL

Politik

Ketum Jaman Tak Yakin Mega Pilih Capres PDIP Perempuan

RABU, 11 JANUARI 2023 | 22:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Persoalan kesetaraan gender yang disinggung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam pidatonya di acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-50 di Jie-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa kemarin (10/1), belum tentu pesan kuat kalau dirinya bakal memilih calon presiden (capres) perempuan yang akan diusung.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman), Iwan Dwi Laksono dalam diskusi series Teras Politik Kang Kiflan yang digelar Kantor Berita Politik RMOL dengan tajuk "Membaca Pesan Megawati", di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (11/1).

"Saya tidak mengatakan bahwa capres yang ia (Megawati) inginkan adalah perempuan, tapi isu yang disampaikan. Beliau bulak balik bicara, 'itu kok kurang peran perempuan'," ujar Iwan.


Justru, Iwan lebih cenderung menggarisbawahi pernyataan Megawati yang menyampaikan bahwa seharusnya kader partai yang akan ditunjuk menjadi capres harus benar-benar mengikuti mekanisme partai.

"Beliau juga sampaikan, bahwa mekanisme partai ya itu hak prerogatifnya beliau. Sehingga yang terakhir (disampaikan dari pesannya adalah) pemimpin harus merakyat, tidak hanya selfie-selfie. Karena beliau mengatakan, 'kalau selfie itu saya juga bisa karena saya cantik'," ucap Iwan menirukan isi pidato Megawati.

Lebih lanjut, Iwan mengaku bahwa Jaman yang sejak 2012 hingga 2019 menjadi relawan pendukung Presiden Joko Widodo telah mendeklarasikan diri mendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai capres 2024 yang didukungnya.

Sehingga, ia menafsirkan pidato Megawati yang menyinggung banyak soal perempuan itu lebih pada program prioritas yang harus diperhatikan capres yang akan dimajukan PDIP pada Pilpres 2024 mendatang. Tetapi, terkait kriteria capres yang sebenarnya disampaikan Megawati, menurut Iwan adalah yang merakyat.

"Kalau Bu Puan kan nasional, Gajar cuma Jateng? Kita lihat Pak Jokowi, ada proses yang dilewati. Artinya dalam kondisi eksekutif itu ada kesempatan untuk berhadapan langsung dengan rakyat. Kalau legislatf kan 3 fungsi saja," tuturnya.

"Nah, kalau eksekutif kan langsung eksekusi. Dan Mas Ganjar sudah punya pengalaman itu. Artinya beliau sudah melakuakan tindakan itu (merakyat), meskipun lingkupnya Jawa Tengah," demikian Iwan menambahkan.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

KKB dan Ancaman Nyata terhadap Kemanusiaan di Papua

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:59

Telkom Turunkan 20 Ribu Personel Amankan Layanan Telekomunikasi

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:40

Salat Id Sambil Menikmati Keindahan Gunung Sumbing dan Sindoro

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:19

PKS Minta DPR dan Pemerintah Rombak APBN 2026

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:55

Ketika Gerakan Rakyat Kehilangan Akar

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:35

BGN Perketat Pengawasan Sisa Pangan dan Limbah MBG

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:15

Tokoh Perempuan Dorong Polri Telusuri Dugaan Aliran Dana Asing

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:59

Arsitek Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu di Timor Leste

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:33

Pertemuan Prabowo-Megawati Panggilan Persatuan di Tengah Kemelut Global

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:13

Pengamanan Selat Bali

Jumat, 20 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya