Berita

Bendera Golkar dan PPP/Net

Politik

Sama-sama Lahir Sebelum 1998, Golkar dan PPP Lebih Komitmen Kawal Agenda Reformasi Ketimbang PDIP

MINGGU, 08 JANUARI 2023 | 13:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai Golkar dan PPP dianggap sebagai partai politik (parpol) yang paling komitmen dengan agenda reformasi 1998 dibandingkan dengan PDI Perjuangan. Mengingat, hanya Golkar dan PPP, parpol yang lahir sebelum reformasi dan tegas menolak pemilu sistem proporsional tertutup.

Direktur Laboratorium Suara Indonesia, Albertus Dino menyoroti tentang delapan parpol yang menolak pemilu sistem proporsional tertutup. Menurutnya, delapan parpol tersebut lebih ingat demokratisasi yang sudah dibangun dengan darah dan air mata mahasiswa, aktivis, dan rakyat.

Di mana kata Albertus, demokratisasi di Indonesia saat ini yang menggunakan sistem proporsional terbuka merupakan bagian dari lima agenda politik reformasi.


"Golkar dan PPP yang merupakan partai yang sudah ada sebelum reformasi justru lebih komitmen dengan agenda reformasi 98 dibandingkan PDI Perjuangan yang saat ini ngotot untuk memperjuangkan pemilu dengan sistim tertutup proposional," ujar Albertus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (8/1).

Albertus menilai, sistem proporsional tertutup yang diperjuangkan PDIP bisa jadi merupakan bagian dari agenda PDIP untuk kembali ke era orde baru dengan tujuan membangun tirani untuk membelenggu demokratisasi di Indonesia. Bukan tidak mungkin sehabis ini dilanjutkan untuk menghapus masa jabatan presiden dari dua periode dengan tanpa batas, dengan sistim pemilihan dilakukan pemilihan tidak langsung.

“Ini bagian strategi untuk PDI Perjuangan yang akan mencoba menjadi kekuatan single majority di parlemen, karena hari ini notabene PDI Perjuangan memiliki kekuasan yang tak terbatas untuk bisa mencapai single majority," jelas Albertus.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya