Berita

Pangeran Harry/Net

Dunia

Memoar Pangeran Harry Bisa Jadi Awal Kehancuran Kerajaan Inggris

MINGGU, 08 JANUARI 2023 | 11:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Memoar Pangeran Harry yang baru akan dirilis pada 10 Januari mendatang dinilai bisa menjadi awal keruntuhan monarki Inggris. Lantaran beberapa informasi yang bocor baru-baru ini di dalamnya sudah menggemparkan publik.

Buku berjudul "Spare" itu berisi detail kehidupan pribadi Harry, dan bahkan ketidakharmonisan keluarganya, serta perselisihan di keluarga kerajaan Inggris.

Menjelang perilisan buku tersebut, Harry dijadwalkan untuk melakukan serangkaian wawancara TV mulai Minggu (8/1).


Salah satu informasi dalam buku yang bocor adalah ketika Pangeran William menjatuhkan Harru ke lantai selama perekelahian. Selain itu juga bocor cerita mengenai upaya William dan Harry yang memohon kepada sang ayah, Raja Charles, untuk tidak menikahi Camilla.

Dimuat The Star, pakar kerajaan berpendapat memoar Harry dapat menjerumuskan monarki ke dalam krisis terbesarnya sejak perceraian Charles dan Putri Diana pada 1990-an.

"Jadi, inilah Charles mencoba untuk menetapkan dirinya sebagai raja baru dan sekarang Harry melempar granat tangan ini dan semuanya datang seperti menabraknya," kata penulis biografi kerajaan, Tina Brown.

Sejak Harry dan Meghan meninggalkan tugas kerajaan dan pindah ke California pada tahun 2020, mereka mengungkap perlakuan buruk yang diterima dari keluarga kerajaan.

Sejauh ini, belum ada komentar dari Istana Buckingham atau siapa pun yang berbicara atas nama keluarga kerajaan terkait memoar Harry.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya