Berita

Pengamat Politik Unpad, Muradi/RMOLJabar

Politik

Peluang Gabung PAN Lebih Besar, Ridwan Kamil Nyaman ke Golkar

SELASA, 03 JANUARI 2023 | 17:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kenyamanan akan jadi kunci bagi Ridwan Kamil dalam memilih partai politik menuju 2024. Hal ini sesuai dengan karakter Gubernur Jawa Barat itu dalam berpolitik.

Dalam pandangan pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi, kans Ridwan Kamil masuk ke Partai Amanat Nasional (PAN) sebenarnya lebih besar dibandingkan ke Partai Golkar.

Akan tetapi, Muradi menilai kenyamanan akan menjadi persoalan mendasar bagi Ridwan Kamil ketika memilih PAN ketimbang Golkar.


"RK (Ridwan Kamil) ini tipikal, saya menyebutnya Nasionalis Salon. Jadi (mengedepankan) tampilan, itu jauh lebih diterima kelompok Nasionalis (Golkar) ketimbang Muhammadiyah (PAN). Kalau menurut saya seperti itu. Dia akan lebih nyaman ke Partai Golkar," papar Muradi, seperti diwartakan Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (3/1).

Hingga saat ini Ridwan Kamil memang belum mengumumkan partai politik pilihannya untuk bertarung pada 2024.

Saat dikonfirmasi, Ridwan Kamil malah meminta waktu untuk mengumumkan kendaraan politiknya.

"Nanti lagi. Beri saya waktu," ucapnya singkat saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (3/1).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya