Berita

Kapolri Jenderal Listyo Prabowo/Net

Hukum

Setuju dengan Kapolri, IPW: Pasal Tragedi Kanjuruhan Sudah Cukup

SENIN, 02 JANUARI 2023 | 22:24 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan sepakat dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit terkait pasal dalam tragedi Kanjuruhan, Malang.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso mengungkapkan, bahwa unsur-unsur pasal 338 dan 340 tidak terpenuhi dalam tragedi Kanjuruhan. Menurut Sugeng, setidaknya ada tiga unsur.

“IPW setuju ya dengan pernyataan Kapolri, dengan alasan pasal pembunuhan 338 apalagi 340, kita bicara 338 dulu ya, (pertama) mens rea nya kan ingin membunuh, apakah petugas ingin membunuh? Tentu tidak,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Senin (2/1).


Kedua, Sugeng menyampaikan, bahwa petugas menembakkan gas air mata untuk mengurai massa, karena gas air mata itu memang kegunaannya untuk mengurai massa.

“Yang ketiga, gas air mata itu bukan alat untuk membunuh. Jadi mens rea membunuh harus disertai dengan alat yang digunakan. Sementara gas air mata itu bukan alat untuk membunuh, tetapi tujuannya adalah untuk mengurai massa,” ujarnya.

Jika kemudian ada orang mati, lanjut Sugeng, itu karena insiden, layaknya kecelakaan. “Tidak disangka ditembakkan gas air mata dia berlari menuju pintu yang tertutup dan terjadi penumpukan, terjadi desak-desakan massa, ada yang terinjak-injak serta terjadi kekurangan oksigen kemudian kehabisan nafas, sesak nafas,” katanya.

Sugeng menuturkan, akan berbeda jika yang digunakan adalah senjata api. Maka petugas yang sedang bertugas kala itu harus dikenakan pasal 338. “Karena senjata api adalah senjata yang dapat mengakibatkan orang mati apabila digunakan secara salah atau di luar prosedur,” ungkapnya.

Sugeng menegaskan, kalau pasal 338 saja tidak terpenuhi unsur-unsurnya, maka apalagi pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

“Jadi kalau ada teori yang menyatakan kesengajaan sebagai kemungkinan, itu terlalu lemah. Karena apa? Karena gas air mata itu bukan alat untuk membunuh, tapi untuk mengurai massa,” ujarnya.

Di samping itu, Sugeng mengatakan, jika pasal 338 diterapkan, maka semua peristiwa demonstrasi yang ditembakkan gas air mata bisa dikenakan pasal pembunuhan.

Sugeng menambahkan, pasal yang sudah diterapkan kepada para tersangkap saat ini sudah cukup dan tepat.

“Iya sudah cukup, pasal 359. Kalau 338 sama 340 diterapkan, menjadi preseden buruk dan tidak tepat,” katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan maupun pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana tidak bisa diterapkan dalam kasus tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang. Artinya, para tersangka tidak bisa dijerat dengan Pasal 338 ataupun Pasal 340 KUHP.

Sigit mengaku sudah membuka ruang agar kasus tersebut diproses secara pidana karena ada tekanan dari publik. Namun, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan bersama ahli pidana, pasal pembunuhan tidak terpenuhi.

“Beberapa waktu lalu telah dilakukan gelar perkara dengan menghadirkan ahli pidana. Namun, terkait penambahan Pasal 338 dan Pasal 340, itu berdasarkan keterangan ahli tidak bisa dipenuhi," kata Sigit dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun 2022 Polri, Jakarta, Sabtu (31/12).

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya