Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta/Net
Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta/Net
Kepala Kejati DKI Jakarta Reda Manthovani mengurai, uang tersebut didapat dari penanganan perkara pidana, perdata, dan tata usaha. Itu juga termasuk pengembalian kerugian uang negara dari kasus pidana khusus, seperti barang rampasan, uang sitaan, denda, dan uang pengganti.
"Sejumlah Rp7,6 triliun tersebut merupakan total antara penyelamatan dan pengembalian kerugian negara dari pidana khusus maupun perdata dan tata usaha," ujar Reda dalam keterangannya yang diterima redaksi, Minggu (1/1).
Populer
Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36
Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00
Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15
Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33
Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18
Senin, 01 Juni 2026 | 13:12
Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07
UPDATE
Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19
Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52
Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40
Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17
Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08