Serangan teror yang diduga dilakukan kelompok terafiliasi ISIS telah menargetkan sebuah pos pemeriksaan polisi di Kota Ismailia, Terusan Suez, Mesir pada Jumat sore (30/12) waktu setempat.
Serangan ini membuat empat orang meninggal, termasuk tiga petugas kepolisian dan satu orang belum teridentifikasi.
Di samping itu, Al Arabiya melaporkan, 12 orang yang tengah menjalani wajib militer terluka dan sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Dua mobil mendekati sebuah pos pemeriksaan di lingkungan perumahan kota dan dua penyerang bersenjata melepaskan tembakan ke arah polisi,†kata sumber keamanan.
Menurut pengakuan dari sumber keamanan, polisi telah berhasil membunuh salah satu dari penyerang tersebut, sementara yang lainnya dilaporkan melarikan diri. Sejauh ini belum ada kelompok militan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu
Namun dalam beberapa tahun terakhir, serangan yang masif memang kerap kali ditargetkan kepada pasukan keamanan Mesir, kelompok minoritas Kristiani, dan orang-orang yang dituduh bekerja sama dengan militer dan polisi di Sinai dan wilayah lain Mesir, yang diduga dilakukan oleh kelompok ekstremis yang berafiliasi dengan ISIS.
Pada Mei lalu, sebanyak 11 tentara mesir, termasuk seorang perwira, meninggal dunia dalam serangan militan di sebuah stasiun pompa air yang berlokasi di sebelah timur Terusan Suez.
Akan tetapi sejak 2018 lalu, militer Mesir telah mengadakan operasi massif di Sinai hingga beberapa wilayah perbatasan lainnya di Mesir, yang membuat laju serangan teror dari ISIS menjadi sedikit berkurang dan melambat.