Berita

Penyelidik berjalan di dekat pecahan amunisi yang diperkirakan bagian dari rudal S-300 Ukraina yang dijatuhkan oleh pertahanan udara Belarusia di dekat desa Harbacha di wilayah Grodno/Net

Dunia

Pasukan Belarusia Hancurkan Rudal S-300 Ukraina

JUMAT, 30 DESEMBER 2022 | 06:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah rudal anti-udara S-300 Ukraina berhasil dicegat dan dihancurkan pasukan Belarusia pada Kamis (29/12) waktu setempat.

Kementerian Pertahanan Belarusia menagatakan bagian dari rudal itu jatuh di lahan pertanian dekat desa Gorbakha di Wilayah Brest barat daya negara itu, yang berbatasan dengan Ukraina. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kantor Berita Belarusia Belta melaporkan bahwa Presiden Belarusia Alexander Lukashenko telah diberi pengarahan tentang insiden itu.


Foto-foto yang diposting di media sosial menunjukkan bagian-bagian rudal tergeletak di tengah lapangan.

Insiden Kamis terjadi ketika para pejabat di Minsk menuduh Kyiv mengumpulkan pasukan dan mengatur posisi tembak di seberang perbatasan.

Pemerintah Belarusia sudah membatasi pergerakan di beberapa daerah perbatasan pekan lalu, dengan alasan ketegangan dengan Ukraina.

Peristiwa Kamis mengingatkan pada insiden 15 November, ketika sebuah rudal yang jatuh menewaskan dua orang di Polandia timur, tidak jauh dari perbatasan dengan Ukraina.

Ketika itu Warsawa mengatakan bahwa proyektil itu mungkin adalah S-300 yang ditembakkan oleh pasukan Ukraina saat mereka mencoba menangkis serangan Rusia, dan tidak ada bukti bahwa rudal yang jatuh itu diluncurkan oleh pasukan Rusia.

Kyiv awalnya menuduh Moskow menyerang wilayah Polandia, tetapi kemudian mengatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apa yang terjadi.

Saat itu Presiden Ukraina Vladimir Zelensky menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan terhadap NATO, sementara Rusia membantah bahwa rudal yang menghantam Polandia ditembakkan oleh pasukannya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya