Berita

Ilustrasi/Net

Presisi

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Masih Tinggi di Banda Aceh

JUMAT, 30 DESEMBER 2022 | 03:58 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, mengatakan kasus kekerasan seksual terhadap anak masih tinggi di wiliyah setempat. Jumlahnya mencapai 21 kasus.

"Pelecehan seksual ada 11 kasus yang sudah selesai tiga kasus, kemudian pemerkosaan 10 kasus," kata Fadhilah, saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, dikutip dari Kantor Berita RMOLAceh, Kamis (29/12).

Fadhilah menyebutkan rata-rata kekerasan seksual ini didominasi anak yang berumur 15 tahun ke bawah. Dia mengingatkan agar para orang tua segera melaporkan dengan cepat jika terjadi kekerasan seksual pada anak mereka.


"Karena kami banyak menerima laporan yang kejadiannya sudah lama, ini kita hindari, jika ada ditemukan langusng laporkan," ujarnya.

Apabila kasus tersebut terlambat dilapor, kata dia, saat divisum kepada korban, buktinya tidak ditemukan. Sehingga melemahkan penyelidikan dan dipenyidikan.

Untuk itu, kata dia, orang tua terus mengawasi anaknya dengan siapapun dia bergaul di lingkungan. Karena orang terdekat pun juga rentan.

"Itu harus perlu kontrol orang tua, sebelum dewasa jangan dilepas begitu saja ke orang lain atau saudara jauh, pihak orang tua harus ketat dalam penjagaan," ujar dia.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya