Berita

Aksi PPI di depan Istana Negara/Ist

Politik

Presiden 3 Periode Rusak Konstitusi, PPI Minta Jokowi jadi Negarawan

JUMAT, 30 DESEMBER 2022 | 00:57 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Presedium Pemuda Indonesia (PPI) kembali melakukan aksi di depan Istana Presiden Jakarta. Aksi yang dilakukan Presidium Pemuda Indonesia terkait isu wacana 3 periode dan atau perpanjangan masa jabatan presiden yang sampai saat ini masih bergulir.

Menurut Ketua Presidium Pemuda Indonesia Dian Assafri Nasa'i, wacana tiga periode dapat merusak konsitusi dan akan menjatuhkan citra Presiden Jokowi.

"Bangsa kita punya UUD 1945 yang telah mengatur secara detail masa jabatan Presiden, kita minta sebaiknya Pak Jokowi jadi Negarawan sejati dan tidak mengikuti bisikan halus orang-orang disekitarnya karena akan berdampak buruk pada tatanan hukum bangsa yang sudah baik" ungkap Dian di depan Istana Negara, Kamis (29/12).


Ditempat yang sama Sekjen PPI Syam Tomagola mengingatkan bahwa Presiden Jokowi telah meletakkan hal - hal baik dalam demokrasi dan pembangunan bangsa yang mesti dijaga sampai akhir jabatannya.

"Pak Jokowi telah memiliki legacy, dikenal sebagai bapak infrastruktur. Jika diujung keliru dan ikut rombongan liar yang "merongrong konstitusi" maka akan berdampak buruk pada citra Jokowi di akhir masa jabatan,” ujarnya.

Sambungnya, bahwa Presiden-presiden sebelumnya patuh terhadap peraturan, namun jika Jokowi setuju jabatan tiga periode akan menimbulkan dampak negatif bagi bangsa dan negara, seperti kejadian di era reformasi. 

"Ibu Mega patuh dan legowo di akhir masa jabatan, SBY pun patuh dan legowo, maka pak Jokowi juga sejatinya mengikuti pendahulunya yang berakhir "husnul khatimah". Kalau pak Jokowi mengikuti bisikan para "sengkuni oligarki" maka khawatir dampaknya buruk seperti yang terjadi pada akhir masa presiden soeharto. Beliau pak Harto digembar gemborkan masih diingini rakyat jadi presiden seperti kata pak Harmoko dan Jenderal Faisal Tanjung (saat itu Panglima TNI), ternyata akhirnya nahas. Setelah dilantik jadi presiden, beberapa bulan kemudian dijatuh karena reformasi 98,” katanya.



Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya