Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bantu Kongo Lawan Pasukan Pemberontak, Sudan Selatan Kerahkan 750 Tentara

KAMIS, 29 DESEMBER 2022 | 09:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Sudan Selatan mengumumkan pengerahan 750 tentara ke wilayah Republik Demokratik Kongo (RDK) pada Rabu (28/12) waktu setempat.

Pengiriman pasukan itu merupakan respon atas pertempuran sengit dalam beberapa bulan terakhir antara pasukan RDK dan pemberontak M23. Itu juga telah mendorong Komunitas Afrika Timur (EAC) untuk mengerahkan pasukan regional gabungan yang mencakup pasukan dari Kenya, Burundi, dan Uganda .

Dalam sebuah upacara di ibu kota, Juba, presiden Sudan Selatan Salva Kiir, mendesak tentara untuk menjaga ketertiban dan melindungi warga sipil.


“Sekarang kalian adalah pasukan yang terorganisir dan kalian sekarang akan menjaga perdamaian meskipun kalian tidak memakai helm biru (biasanya dipakai oleh pasukan perdamaian PBB), tapi helm yang kalian pakai sekarang akan berubah menjadi biru dan itu akan berubah sesuai dengan kinerja Anda yang Anda tuju dan jika Anda pergi ke misi berikutnya Anda akan pergi dengan helm biru", kata Salva Kiir, seperti dikutip dari Africa News, Kamis (29/12).

Menteri Pertahanan Sudan Selatan Angelina Teny menegaskan kembali pentingnya misi tersebut.

“Sejak kami merdeka, ini adalah misi pertama bagi kami untuk membawa perdamaian ke kawasan dan itu sangat penting karena di negara kami di sini," kata Menhan Teny.

"Kami memiliki penjaga perdamaian untuk menjaga perdamaian bagi kami, tetapi sekarang kami akan pergi ke membawa stabilitas dan perdamaian dan membawa perdamaian total ke Kongo dan semua perbatasan kita," ujarnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya