Berita

Parade Taliban di Kabul, Afghanistan pada Agustus 2022/Net

Dunia

Belanda Kecewa Taliban Larang Perempuan Bekerja di LSM

RABU, 28 DESEMBER 2022 | 15:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Taliban untuk tidak lagi mengijinkan perempuan bekerja di lembaga swadaya masyarakat (LSM) ikut dikecam pemerintah Belanda.

Lewat sebuah cuitan di akun Twitternya, Kementerian Luar Negeri Belanda menyatakan kekecewaannya atas keputusan yang dianggap mendiskreditkan kaum perempuan itu.

“Belanda dengan tegas mengutuk keputusan Taliban di Afghanistan untuk melarang pekerja bantuan perempuan melakukan pekerjaan mereka,” tulis kementerian tersebut pada Senin, seperti dikutip dari NL Times, Rabu (28/12).


“Perempuan adalah bagian penting dari pekerjaan kemanusiaan. Keputusan ini mungkin memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi jutaan orang Afghanistan yang sudah menghadapi musim dingin yang sulit," lanjutnya.

Sebalumnya Kementerian Ekonomi Taliban mengumumkan bahwa pegawai perempuan dari organisasi non-pemerintah lokal dan asing yang beroperasi di Afghanistan tidak akan diizinkan untuk bekerja sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Kementerian mengklaim larangan itu diperlukan karena mengklaim beberapa wanita yang bekerja untuk LSM tidak mengikuti interpretasi ketat Taliban tentang aturan berpakaian Islami.

Organisasi yang tidak mematuhi aturan tersebut akan kehilangan izin untuk beroperasi di Afghanistan.Ini menyangkut lebih dari 180 LSM domestik dan internasional.

Keputusan Taliban datang tak lama setelah mereka melarang perempuan untuk mengikuti perkuliahan di kampus dengan alasan mereka tidak mengikuti aturan berpakaian, dan berhubungan dengan siswa laki-laki.

Larangan itu dikutuk di banyak bagian dunia dan menimbulkan kritik dan protes di Afghanistan sendiri.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya