Berita

Truk bermuatan hebel terguling akibat mengikuti petunjuk google maps/RMOLJatim

Nusantara

Truk Bermuatan Hebel Terguling di Banyuwangi Gegara Ikuti Google Maps

RABU, 28 DESEMBER 2022 | 05:59 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Satu unit truk tronton bermuatan hebel (bata ringan) terguling di Jalan Raya Glagahagung Kecamatan Purwoharjo. Sang sopir, Imron Basoni mengaku baru pertama kali ke Banyuwangi, sehingga ia mengikuti petunjuk google maps.

Imron mengatakan, truk tronton L 8297 UF bermuatan hebel itu ia bawa dari Surabaya dengan tujuan pengiriman ke wilayah Tegaldlimo.

Lantaran baru pertama kali ke Banyuwangi, Imron menggunakan aplikasi petunjuk arah google maps. Sejak memasuki wilayah Banyuwangi dari arah Surabaya.


Sesuai panduan peta digital itu, dari arah Banyuwangi ke wilayah Kecamatan Tegaldlimo, Ia diarahkan melewati jalur menuju Kecamatan Muncar.Bukannya berbelok ke kiri, sesampainya di pertigaan menuju Tegaldlimo Imron mengambil jalur ke arah Purwoharjo.

Setelah menyadari jalur yang dipilih tidak sesuai panduan di google maps, Imron memutuskan untuk putar balik. Nahasnya, truk yang dikemudikannya justru terguling.

“Saya kan baru pertama ini ke Banyuwangi, jadi saya pakai google maps,” katanya kepada Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (27/12).

Kapolsek Purwoharjo, AKP Budi Hermawan mengatakan, kejadian laka lantas tunggal itu berada di Jalan Raya Glagahagung, masuk wilayah hukumnya.

Kejadian itu, terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Truk tronton L.8297.UF yang terguling dikemudikan Imron Basoni asal Desa Galengan, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

“Setelah melintasi Tugu Batas Tegaldlimo truk tersebut berjalan mundur (atret) hendak memutar arah, karena arah yang dituju kelewatan,” tegas AKP Budi.

Saat atret itu, roda belakang truk tronton terperosok sehingga terguling dan melintang di tengah jalan. Untuk muatannya tumpah ke jalan.

“Dalam kejadian tersebut tidak ada korban luka dan hanya korban kerugian materi saja,” tegasnya.


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya