Berita

Badai salju di Amerika Serikat/Net

Dunia

Korban Terus Bertambah, Badai Salju AS Renggut 50 Nyawa

SELASA, 27 DESEMBER 2022 | 14:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Korban tewas akibat badai salju di Amerika Serikat (AS) terus bertambah. Sedikitnya 50 orang tercatat meninggal dunia secara nasional. Tambahan korban jiwa dilaporkan oleh otoritas di Buffalo, New York sebanyak 27 orang.  

Cuaca ekstrem kali ini menjadi salah satu bencana terburuk dalam sejarah AS. Banyak korban kehilangan nyawa ketika terjebak di dalam mobil, rumah, dan juga tumpukan salju selama berhari-hari.

Sementara beberapa lainnya meninggal ketika mencoba menyekop salju. Ada juga beberapa yang akhirnya meninggal karena tim media terlambat datang.


Pejabat daerah Erie County, Mark Poloncarz menggambarkan badai salju tahun ini sebagai badai terburuk yang pernah terjadi dalam hidupnya, dan ia memperingatkan kemungkinan ada lebih banyak korban jiwa lagi yang belum ditemukan.

Poloncarz lebih lanjut mengatakan, meski siapapun memiliki banyak pasukan dan peralatan canggih, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan selain berdiam diri di rumah, karena badai kali ini benar-benar sangat parah dan menakutkan.

“Tidak masalah jika Anda memiliki 1.000 peralatan lebih dan 10.000 personel, masih tidak ada yang dapat Anda lakukan pada periode (badai) ini, (karena) seburuk itu," kata Poloncarz.

Seperti dimuat ABC News pada Selasa (27/12), penyelamatan saat ini masih terus berlangsung di tengah perkiraan Layanan Cuaca Nasional yang mengatakan bahwa salju setebal 23 sentimeter akan turun di beberapa wilayah AS pada hari ini.

Menanggapi bencana cuaca ekstrem ini, para ilmuwan mengatakan bahwa krisis perubahan iklim kemungkinan berkontribusi pada intensitas badai yang menerjang AS saat ini.

“Itu karena atmosfer dapat membawa lebih banyak uap air, yang berfungsi sebagai bahan bakar,” ujar direktur Pusat Data Salju dan Es Nasional di University of Colorado, Boulder, Mark Serreze.

Selain itu menurut ahli meteorologi Layanan Cuaca Nasional Ashton Robinson Cook mengatakan, bantuan-bantuan rencananya mulai akan datang pada minggu ini, karena suhu diperkirakan akan mulai naik perlahan.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya