Berita

Dunia

Diduga Frustrasi, Anggota Parlemen Rusia Tewas Bersimbah Darah di India

SELASA, 27 DESEMBER 2022 | 07:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang India terus menyelidiki penyebab kematian seorang anggota parlemen regional Rusia, Pavel Antov, yang meninggal saat berlibur di negara itu.

Antov adalah anggota parlemen dari Oblast (Provinsi) Vladimir pusat. Kematiannya dikonfirmasi Wakil Ketua legislatif Oblast Vladimir, Vyacheslav Kartukhin, pada Senin (26/12). Dia tidak memberikan perincian tentang insiden yang dia gambarkan sebagai "keadaan tragis" itu.

Menurut NDTV India, anggota Partai Rusia Bersatu berusia 65 tahun itu ditemukan jatuh secara misterius dan tergeletak bersimbah darah di luar sebuah hotel di kota Rayagada, India timur, pada Sabtu (24/12).


Media lokal India lainnya menulis bahwa politisi itu terjun dari atap hotel.

Antov dilaporkan sedang dalam liburan bersama dengan kelompok turis beranggotakan empat orang dan telah check-in ke hotel pada Rabu.

Seorang perwira polisi senior mengatakan kepada NDTV bahwa kematian Antov mungkin karena bunuh diri merujuk pada beberapa kesimpulan.

Polisi masih terus menyelidiki semua versi potensial dari insiden tersebut, termasuk kematian karena kecelakaan.

Menurut petugas polisi, pria itu dalam depresi karena kematian temannya, Vladimir Bydanov (61) yang meninggal di hotel yang sama minggu lalu. Konsul Jenderal Rusia di India, Aleksey Idamkin, mengatakan Bydanov mengalami serangan jantung. Dia juga mengatakan bahwa Konsulat Rusia terus berhubungan dengan kerabat korban dan polisi.

"Polisi tidak melihat aspek kriminal dalam peristiwa tragis ini," kata diplomat itu.

Beberapa media Rusia juga menyebut Bydanov, seorang pengusaha dari Republik Mari El tengah Rusia, sebagai teman dekat Antov. Kedua pria itu dilaporkan bepergian bersama.

Antov adalah politisi Rusia berpenghasilan tinggi yang selama ini mengkritik keras Putin karena invasinya ke Ukraina.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya