Berita

Aksi protes mahasiswa laki-laki universitas di Afghanistan pada Minggu 25 Desember 2022/Net

Dunia

Mahasiswa Laki-laki Ancam Mogok Kuliah Sampai Taliban Cabut Larangan Pendidikan bagi Perempuan

SENIN, 26 DESEMBER 2022 | 15:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pembatasan baru yang dikeluarkan Taliban untuk melarang perempuan mengakses pendidikan di universitas, mengundang banyak kecaman baik dari dalam maupun luar Afghanistan.

Penolakan keras kini muncul dari mahasiswa laki-laki yang melakukan protes dan ancaman berhenti kuliah pada Minggu (25/12).

Seorang peserta dalam unjuk rasa tersebut, Muzamel, mengatakan dirinya (sebagai laki-laki) tidak akan melanjutkan pendidikan di Universitas, jika Taliban bersikukuh menerapkan larangan tersebut.


"Kami akan melanjutkan boikot kami dan jika kelas perempuan tidak dibuka kembali, kami juga akan memboikot pelajaran kami dan tidak akan melanjutkan pendidikan," tegasnya seperti dimuat Times of India.

Bernada sama, mahasiswa laki-laki lainnya yakni Nawidullah juga akan berhenti kuliah sama seperti rekan perempuannya yang tidak bisa ke Universitas.

"Universitas ditutup untuk saudara perempuan kami. Kami juga tidak mau kuliah,” ujar Nawidullah.

Kesempatan yang ditutup untuk dua saudara perempuannya, mendorong mahasiswa lain yakni Mohebullah akan ikut berhenti dari pendidikannya.

"Dua saudara perempuan saya juga sedang menempuh pendidikan tinggi, tetapi karena penutupan institusi, saya tidak akan melanjutkan juga," jelasnya.

Selain para mahasiswa laki-laki, para dosen juga sangat menyayangkan adanya aturan tersebut dan meminta pemerintah segera mengambil tindakan.

“Kami meminta Imarah Islam membuka kembali universitas untuk saudari-saudari kami,” ujar seorang dosen Universitas, Tawfiqullah.

Awal Desember, Kementerian Pendidikan menutup universitas untuk perempuan. Sebuah keputusan yang mengundang banyak kritik dan kecaman global.

Pembatasan bagi perempuan semakin menjadi-jadi sejak Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus tahun lalu.

Sejak itu, sekolah menengah untuk anak perempuan ditutup, perempuan yang bekerja di pemerintahan dipecat dan digantikan dengan saudara laki-laki mereka di rumah, bahkan mereka juga dilarang pergi ke taman, pusat kebugaran hingga pemandian umum.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya