Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan: Barat Melakukan Provokasi di Ukraina

SENIN, 26 DESEMBER 2022 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah negara-negara Barat menyikapi konflik antara Rusia dan Ukraina mendapat kritik tajam dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dalam pidatonya pada Minggu (25/12), Erdogan memuji peran Turki dalam mengamankan kesepakatan biji-bijian antara Rusia dan Ukraina, mengklaim bahwa tidak seperti Ankara, negara-negara Barat tidak melakukan upaya diplomatik yang nyata untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“Sayangnya, Barat hanya melakukan provokasi dan gagal melakukan upaya untuk menjadi mediator dalam perang Ukraina-Rusia,” kata Erdogan pada acara pemuda di provinsi Erzurum timur Turki, seperti dikutip dari AFP, Senin (26/12).


"Turki dengan demikian mengambil peran mediator ini pada tahun 2022 dan akan melanjutkan upaya diplomatiknya tahun depan, membangun keberhasilan koridor Laut Hitam yang dibuat sebagai bagian dari kesepakatan biji-bijian Istanbul pada bulan Juli," kata pemimpin Turki.

Koridor biji-bijian disebut-sebut sebagai cara untuk mengamankan pasokan makanan ke negara-negara yang paling membutuhkan sebagai prioritas, tetapi Erdogan mengkonfirmasi kekhawatiran lama Rusia, dengan mengatakan pada Minggu bahwa sekitar 44 persen biji-bijian yang diekspor dari Ukraina malah mengalir ke Eropa.

Dan itu, kata Erdogan, terjadi saat Moskow menyuarakan kesiapannya untuk memasok negara-negara Afrika dengan “volume besar” biji-bijian dan pupuk dari stoknya sendiri secara gratis.

Ankara mengadopsi posisi netral di awal konflik antara Rusia dan Ukraina, menolak untuk mengambil bagian dalam sanksi Barat terhadap Moskow, sambil melanjutkan kerja sama militernya dengan Kyiv, termasuk menjual sejumlah drone serang Bayraktar.

Kesepakatan perdamaian awal dilaporkan tercapai di Istanbul pada awal Maret, tetapi kemudian ditolak oleh Ukraina karena diduga mendapat tekanan dari Barat.

Kesepakatan biji-bijian, disebut-sebut sebagai kemenangan diplomasi yang langka, ditandatangani pada bulan Juli oleh perwakilan Rusia, Ukraina, Turki dan PBB, dengan Pusat Koordinasi Bersama didirikan di Istanbul untuk mengawasi pengiriman.

Pada akhir Oktober, Rusia sempat menangguhkan keikutsertaannya dalam perjanjian tersebut, setelah menuduh Kyiv melancarkan serangan teroris di jembatan Krimea, dan serangan pesawat tak berawak pada kapal yang terlibat dalam mengamankan jalur aman untuk kargo pertanian.

Moskow kemudian kembali ke kesepakatan setelah menerima jaminan keamanan tertulis yang tidak ditentukan dari Ukraina.

Pada November, Moskow mengizinkan "perpanjangan teknis" dari kesepakatan itu, tetapi pejabat Rusia telah berulang kali menyuarakan keprihatinan bahwa kesepakatan itu tidak memenuhi tujuan yang dinyatakan, dan juga bersikeras bahwa ketentuan pencabutan pembatasan ekspor pertanian Rusia tidak dipenuhi.

Dalam pidato Minggu, Erdogan berharap masalah ekspor pupuk dan kekhawatiran Moskow lainnya akan diselesaikan melalui negosiasi yang lebih intens pada 2023.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya