Berita

Seorang ahli ranjau Ukraina berdiri di samping persenjataan dan ranjau darat yang belum meledak di jalan utama menuju Kherson, Ukraina, pada 16 November 2022/Net

Dunia

Sedang Bersihkan Ranjau, Tiga Pekerja Ukraina Meninggal Kena Ledakan

MINGGU, 25 DESEMBER 2022 | 21:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Tiga orang pekerja dari layanan darurat Ukraina meninggal dunia pada Sabtu (24/12) setelah sebuah ranjau meledak. Itu terjadi ketika ketiganya tengah berupaya untuk membersihkan ranjau di beberapa bagian wilayah Kherson.

"Ketiganya tanpa pamrih bertugas di regu darurat dan penyelamatan Unit Tujuan Khusus Departemen Luar Negeri Ukraina di wilayah Zhytomyr dan melakukan tugas membersihkan ranjau wilayah yang dibebaskan dari musuh di wilayah Kherson," kata layanan darurat Zhytomyr di halaman Facebook-nya.

Seperti dimuat Al Arabiya pada Minggu (25/12), sejak Kherson berhasil direbut kembali oleh Ukraina para pakar bahan peledak banyak yang dipekerjakan di wilayah tersebut.


Sebab, menurut Presiden Volodymyr Zelensky, pasukan Rusia telah banyak menanam ranjau di wilayah yang berhasil mereka ambil sebagai antisipasi agar wilayahnya tidak direbut kembali oleh Ukraina.

Sementara Departemen Luar Negeri AS juga pernah memperkirakan pada awal Desember lalu bahwa sekitar 160 ribu kilometer persegi tanah di Ukraina perlu diperiksa dari bahaya bahan peledak.

“Kami menduga ini menjadi salah satu ranjau darat terbesar dan tantangan tata cara yang belum meledak sejak Perang Dunia Kedua,” kata Departemen Luar Negeri dalam pengarahan yang diposting di situs webnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya