Berita

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky/Net

Dunia

Sadari Besarnya Potensi Ekonomi, Zelensky Gencar Dekati Negara-negara Afrika

MINGGU, 25 DESEMBER 2022 | 06:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Diplomasi Ukraina tahun depan akan difokuskan pada wilayah yang minim pengaruh Kyiv, seperti Afrika, Amerika Latin dan Asia.

Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymir Zelensky pada Jumat (23/12), dengan menyebut jalinan diplomatik akan dimanfaatkan Kyiv untuk membuka kerjasama ekonomi dan bantuan internasional lainnya.

Berbeda dengan wilayah lain, negara-negara Afrika cenderung beragam dalam menanggapi invasi Rusia di Ukraina.


Kebanyakan dari mereka masih bergantung pada jaminan keamanan dan pasokan yang disediakan Rusia.

Untuk itu, dalam pidato virtualnya, Zelensky mengutarakan rencananya untuk melebarkan sayap dan merambah hubungan yang lebih dalam dengan negara-negara di Afrika.

"Ada potensi ekonomi yang sangat besar dan jalan diplomatik yang cukup besar," ujarnya seperti dimuat Reuters.

Menurut Zelensky, Ukraina telah mencoba untuk menggalang dukungan negara-negara Afrika dengan mempromosikan inisiatif biji-bijian kemanusiaan untuk mengurangi kelaparan di negara-negara yang rentan.

"Kami sedang merombak hubungan dengan lusinan negara Afrika. Tahun depan kita perlu memperkuat ini," tegasnya.

Zelensky mengatakan Ukraina juga ingin mendirikan kantor perwakilan perdagangan di beberapa wilayah di kawasan itu.

Namun Zelensky tidak merinci di mana kedutaan atau kantor perdagangan baru itu akan berlokasi.

Tetapi tujuan utama dari upaya tersebut adalah mewujudkan kehadiran wakil Ukraina di 30 negara di Afrika.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya