Berita

Dunia

Perang Sanksi Beijing-Washington, Dua Warga AS Dilarang ke China

SABTU, 24 DESEMBER 2022 | 08:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beijing dan Washington kembali terlibat perang sanksi. Kali ini giliran China yang memberikan hukuman kepada dua warga Amerika sebagai tanggapan atas sanksi AS terhadap dua pejabat China pada 9 Desember atas dugaan masalah hak asasi manusia yang terkait dengan Tibet.

Kementerian Luar Negeri dalam pengumumannya pada Jumat (23/12) mengatakan dua orang yang terkena Undang-Undang Sanksi Anti-Asing China itu adalah sejarawan Miles Maochun Yu dan Wakil Direktur Staf Komisi Eksekutif-Kongres AS untuk China, Todd Stein.

"Semua jenis aset mereka di China akan dibekukan. Setiap organisasi atau individu di China dilarang terlibat dalam transaksi dengan mereka," kata kementrian, seperti dikutip dari Xinhua.


"Kedua orang itu dan anggota keluarga dekat mereka dilarang visa atau masuk ke China," lanjutnya

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning diminta untuk mengomentari sanksi tersebut pada jumpa pers harian.

"AS telah memberlakukan sanksi ilegal terhadap pejabat China dengan dalih apa yang disebut masalah hak asasi manusia terkait dengan Tibet, yang sangat mengganggu urusan dalam negeri China dan melanggar norma dasar yang mengatur hubungan internasional," kata Mao.

Sebelumnya, AS menjatuhkan sanksi kepada dua pejabat China atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia Tibet. Dua pejaat itu adalah Wu Yingjie, pejabat tinggi di Tibet dari 2016 hingga 2021, dan Zhang Hongbo, kepala polisi kawasan itu sejak 2018 .

Pada 9 Desember, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Washington memberlakukan sanksi terhadap dua pejabat China untuk mencegah penahanan sewenang-wenang dan penganiayaan fisik terhadap kelompok agama minoritas di Tibet.

Kebijakan Wu menyebabkan "pelanggaran hak asasi manusia yang serius, termasuk pembunuhan di luar hukum, penganiayaan fisik, penangkapan sewenang-wenang, dan penahanan massal."

Sementara Zhang, terlibat terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia yang serius termasuk penyiksaan, kekerasan fisik, dan pembunuhan tahanan, termasuk mereka yang ditangkap atas dasar agama dan politik.

China, kata Mao, telah menyatakan penentangan tegas dan mengutuk keras tindakan Amerika Serikat.

Dia juga menekankan bahwa urusan Tibet murni urusan dalam negeri China, dan Amerika Serikat tidak memiliki hak atau kualifikasi untuk ikut campur secara sewenang-wenang.

"Campur tangan besar dalam urusan dalam negeri China akan dilawan dengan tegas oleh China," kata Mao.

"China mendesak pihak AS untuk mencabut sanksinya dan berhenti mencampuri urusan Tibet dan urusan dalam negeri China," ujarnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya