Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berpidato di Sesi Gabungan Kongres di US Capitol di Washington pada Rabu 21 Desember 2022/Net.

Dunia

Datang ke Washington dengan Daftar Permintaan yang Panjang, Hanya Ini yang Zelensky Dapatkan

JUMAT, 23 DESEMBER 2022 | 13:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL.  Kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Washington telah diagendakan sejak berminggu-minggu lalu. Namun, baru terlaksana pada Rabu (21/12) waktu setempat, atau Kamis waktu Indonesia.

Kunjungan itu, secara kebetulan, terjadi tepat ketika Rusia membombardir sebagian besar infrastruktur penting di Ukraina.

Selama pertemuannya dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih dan dengan para politikus di Kongres, Zelensky memaparkan situasi Ukraina terkini dan apa saja yang negara itu butuhkan.


Tidak ada pembicaraan mengenai negosiasi dengan Rusia seperti yang diperkirakan banyak pihak.
 
Joe Biden mengatakan bahwa AS telah menyiapkan paket bantuan untuk mendukung Ukraina dalam menghadapi Rusia sekitar hampir 2 miliar dolar AS termasuk sistem pertahanan rudal Patriot yang telah lama diinginkan Ukraina.

Paket itu juga akan mencakup banyak artileri, ditambah kit Munisi Serangan Langsung Gabungan, yang dapat mengubah bom jet tempur yang tidak terarah menjadi bom yang dipandu, seperti dilaporkan Politico.
Selama berbulan-bulan, Ukraina telah meminta sistem Patriot untuk dikerahkan melawan pengeboman udara Rusia. Selain Patriot ada sejumlah daftar permintaan Zelensky yang sayangnya ternyata tidak  bisa dikabulkan Washington.

AS telah berulang kali mengatakan ada senjata yang tidak akan dikirim ke Ukraina untuk melawan pasukan penyerang Rusia, meskipun sejauh ini  Zelensky masih terus berusaha membujuk AS agar mengirimkan banyak persenjataan canggih.

Perjalanan Zelensky ke Washington mungkin menjadi perjalanan yang kurang memuaskan karena tidak semua keinginanya bisa dipenuhi AS.

Senjata yang dilarang pemerintah AS untuk diberikan kepada Ukraina saat ini terbagi dalam tiga kategori dasar.

Kelompok pertama termasuk senjata seperti rudal jarak jauh yang disebut ATACMS. Rudal ini memiliki jangkauan sekitar 190 mil. Pemerintah khawatir jika Ukraina berada dalam posisi yang cukup buruk, ia dapat menggunakan rudal untuk menyerang sasaran di Rusia, mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memperluas perang dan meluncurkan nuklirnya.

Biden saat konferemnsi pers bersama Zelensky memperingatkan bahwa pengiriman senjata dapat merusak persatuan NATO untuk mendukung Ukraina.

"Mereka hanya ingin membantu Ukraina tetapi tidak ingin berperang dengan Rusia," katanya tentang aliansi tersebut.

Kategori kedua mencakup senjata seperti drone bersenjata MQ-1C Grey Eagle dan MQ-9 Reaper, yang menurut para pakar akan memungkinkan Ukraina untuk menyerang berbagai target yang lebih luas. Tetapi pejabat Pentagon menyatakan keprihatinannya  bahwa jika drone itu ditembak jatuh, Rusia dapat memulih drone itu dan mengeksploitasi teknologi canggih mereka.

Kategori ketiga mencakup senjata seperti tank tempur Abrams dan jet tempur F-16, beberapa senjata paling canggih di gudang senjata Amerika. Pejabat Pentagon mengatakan Ukraina sudah memiliki cukup tank dan jet tempur dari negara lain.

Lebih penting lagi, kata para pejabat, sistem membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mempelajari cara menggunakan dan membutuhkan pemeliharaan yang kompleks, biasanya dilakukan oleh kontraktor sipil, yang mungkin tidak dapat bekerja dengan aman di Ukraina.

Jason Crow, yang bertugas di komite intelijen dan angkatan bersenjata DPR mengatakan dia mendukung pengiriman ATACMS dan F-16 ke Ukraina, tetapi bukan tank tempur.

“Ini adalah pilihan yang sulit,” katanya.  

Senator Christopher S. Murphy, anggota Komite Hubungan Luar Negeri, mengatakan Ukraina membutuhkan amunisi tambahan yang tidak dapat disediakan dengan mudah oleh Amerika Serikat.

“Kami tidak memiliki stok untuk disuplai, kami juga tidak membuat amunisi sebanyak itu," katanya.

Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan Ukraina adalah daya tembak yang cukup untuk menunjukkan kepada Putin batas kekuasaannya.

“Putin tidak akan pernah secara berarti datang ke meja perundingan kecuali dia telah melihat secara nyata di mana kekuatannya berhenti. Dan itu berarti Anda mungkin harus bersedia mendanai kebuntuan untuk jangka waktu tertentu," kata Murphy. .

Bantuan persenjataan yang diminta Zelensky telah membuat Kongres AS terpecah.

“Zelensky selalu meminta langit," kata Murphy. Menambahkan  bahwa Kongres memiliki kewajiban kepada wajib pajak untuk tidak menghambur-hamburkan uang untuk terus menerus memasok senjata ke Ukraina.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026, Alasan Tidak Lolos Verifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:22

Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Buatan Anak Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:19

Panglima: TNI AD Sumbang 55 Persen Produksi Beras Nasional 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:53

Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:26

Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:19

Halaqah Pra Muktamar NU Diawali Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:17

Prabowo Putuskan Bangun Minimal 30 Pabrik Bioetanol di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:16

Jadwal Final dan Perebutan Posisi 3 Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Prancis Tantang Inggris

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:07

Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM di Sumut

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Pramono Buka Jalan Alumni PKM Berdakwah di Masjid Milik Pemprov DKI

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Selengkapnya