Berita

Dosen LSPR Abhiram Singh Yadav dan Atase Keuangan Kedutaan Korea Selatan untuk ASEAN, Teakdong Kim dalam Seminar Internasional KASI di Universitas Pertamina pada Selasa 20 Desember 2022/Net

Dunia

Atase Kedubes Paparkan Tiga Visi Strategis dalam Kerja Sama Keuangan ASEAN-Korsel

RABU, 21 DESEMBER 2022 | 16:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pengelolaan keuangan di berbagai sektor menjadi kunci penting dari upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Atase Keuangan Kedutaan Korea Selatan untuk ASEAN Teakdong Kim selama acara seminar internasional bertajuk "Korea-ASEAN Solidarity Initiative (KASI): Epicentrum of Stability and Prosperity in the Indo-Pacific" yang diadakan oleh Kantor Berita Politik RMOL.

Teakdong menyoroti pentingnya kerja sama sektor keuangan Korea Selatan dan ASEAN untuk mencapai konektivitas dan stabilitas ekonomi bersama.


Berkaitan dengan topik yang dibawakan, Atase Keuangan Korsel tersebut kemudian menjabarkan tiga visi strategis dalam Kerjasama Keuangan ASEAN-ROK (FCC) yakni integrasi, inklusi, dan stabilitas keuangan.

Pertama, kata Teakdong, dalam integrasi keuangan di ASEAN, Korsel telah mendukung pengembangan dan peningkatan infrastruktur keuangan serta menyediakan program peningkatan kapasitas yang substansial.

Kedua, lanjut Teakdong, inklusifitas keuangan ASEAN-Korea telah nampak melalui kerja sama keuangan yang dibangun dengan melibatkan UMKM dan melakukan transformasi pada keuangan digital.

Sementara visi strategis terakhir, yakni stabilitas keuangan, menurut Teakdong akan tercapai melalui dua kegiatan yakni penyediaan program konsultasi dan pelatihan serta kerjasama riset Ekonomi Makro ASEAN+3 Office(AMRO) untuk memantau risiko keuangan dan menemukan proyek kerja sama yang potensial.

Selain itu, Teakdong juga menyebutkan jika saat ini jumlah perusahaan keuangan Korea di ASEAN telah berkembang pesat sejak 2009 hingga 2021.

"Pada 2009, jumlah perusahaan keuangan Korea di ASEAN mencapai 69 perusahaan, sementara tahun lalu telah ada 177 perusahaan," ujarnya.

"Jumlah ini mencakup 36,7 persen dari jumlah total keuangan dengan persebarannya di di Vietnam (59), Indonesia (31), dan Myanmar (27)," tambah Teakdong.

Menurut Teakdong, kerja sama keuangan dengan Korea Selatan telah sangat menguntungkan karena memiliki pengalaman dan daya saing di perbankan ritel, memiliki kemampuan untuk manajemen krisis di pasar keuangan global, serta memiliki pendekatan sistematis dengan UMKM.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya