Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Puluhan Warga Afganistan Terinfeksi Wabah Misterius, Dua Anak Meninggal Dunia

RABU, 21 DESEMBER 2022 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lebih dari 80 warga di Provinsi Zabul, Afghanistan, dilaporkan terkena wabah misterius. Otoritas Taliban sudah mengkonfirmasi dua kematian anak akibat penyakit yang menyebabkan demam hebat dan pendarahan dari mulut dan hidung ini.

Mengutip keterangan Kepala Kesehatan Masyarakat Taliban Abdul Hakim Hakimi, Hasht-e Subh Daily Afghanistan melaporkan pada Selasa (20/12) bahwa klinik di distrik Shahjoy di provinsi tersebut telah mengalami peningkatan tajam dalam jumlah orang yang menderita penyakit mencurigakan dalam beberapa pekan terakhir.

Afghanistan menjadi salah satu negara paling tidak berkembang di dunia, dan sistem perawatan kesehatan publiknya hampir seluruhnya didanai oleh donor asing sampai Taliban merebut kekuasaan setelah penarikan AS pada tahun 2021.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini menganggap sistem kesehatan Afghanistan berada di ambang kehancuran, melaporkan bahwa kurang dari satu dari lima klinik negara bagian masih buka dan penyakit seperti polio mewabah.

Provinsi Zabul sebelumnya dilanda penyakit yang tidak diketahui musim panas ini, dengan setidaknya 200 orang di Shahjoy mengalami gejala mirip kolera pada bulan Mei.

Dokter menyalahkan wabah karena kebersihan yang buruk. Wabah pertusis, atau batuk rejan, menginfeksi 300 orang di Zabul pada akhir November. Dua anak kehilangan nyawa akibat penyakit tersebut.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya