Berita

Petugas medis mengenakan alat pelindung diri saat mengantarkan pasien ke klinik demam di rumah sakit saat wabah Covid-19 berlanjut di Beijing/Net

Dunia

Muncul Kasus Baru Covid-19, China Tingkatkan Jumlah Klinik untuk Atasi Lonjakan Pasien Demam

SELASA, 20 DESEMBER 2022 | 06:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Institusi medis dan otoritas kesehatan di seluruh China terus mengerahkan upaya maksimal untuk memperluas kapasitas klinik guna mengatasi lonjakan pasien akibat infeksi Covid-19.

Keputusan untuk mendirikan lebih banyak fasilitas kesehatan datang di tengah lonjakan infeksi yang tiba-tiba muncul baru-baru ini dan telah membebani sumber daya medis.

Covid-19 kembali menyebar dengan cepat dengan penularan yang lebih kuat. Beberapa rumah sakit di kota-kota besar, termasuk Beijing , Shanghai , dan Wuhan , telah melihat orang-orang mengantri berjam-jam untuk memasuki "klinik demam".


Untuk menghindari kepanikan dan tekanan pada sumber daya medis, pemerintah daerah dan rumah sakit memperbarui rumah sakit sementara yang ada, menambah tempat tidur ICU dan mendistribusikan sumber daya medis dengan lebih baik.

"Jumlah total klinik demam di Beijing telah meningkat pesat dari 94 menjadi 1.263, termasuk yang dibuka di 960 institusi kesehatan masyarakat," kata Tu Zhitao, direktur Administrasi Pengobatan Tradisional China kota Beijing, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (20/12).

Penambahan fasilitas kesehatan juga dilakukan seiring datangnya musim dingin, di mana efek flu musiman yang tumpang tindih, telah menyebabkan pasien dengan penyakit paru-paru dan penyakit kardiovaskular serta serebrovaskular menjadi lebih rentan dan membutuhkan lebih banyak perawatan medis.

Di Harbin, ibu kota Provinsi Heilongjiang timur laut, rumah sakit setempat telah menambah klinik demam dan ruang gawat darurat, serta mendirikan klinik khusus untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan untuk masalah medis lainnya.

Salah satu yang menambah jumlah klinik adalah Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Harbin. Mereka menambah jumlah klinik demamnya menjadi tiga.

Pada saat yang sama, staf medis di rumah sakit juga telah menerima pelatihan tentang pengendalian infeksi, perawatan diri, dan topik lainnya.

"Departemen gawat darurat rumah sakit telah melihat peningkatan 85 persen dalam kunjungan pasien dalam beberapa hari terakhir," kata Yu Kaijiang, presiden rumah sakit.

Di Xi'an, Provinsi Shaanxi, pasien dengan Covid-19 dan gejala terkait dapat menemukan akses 24 jam ke perawatan medis, baik di tempat maupun online.

Sementara itu Rumah Sakit Afiliasi Kedua Universitas Xi'an Jiaotong juga membuka klinik demam mereka sepanjang waktu, menyediakan konsultasi online untuk Covid dan flu, pengiriman obat ke rumah, dan layanan lain untuk mengurangi waktu tunggu pasien, dan mengurangi risiko lintas infeksi.

Selain itu, wanita hamil, dan pasien dengan penyakit darah, atau penyakit serius lainnya dapat menerima perawatan tepat waktu di rumah sakit karena bagian kebidanan dan ginekologi, bagian infeksi, dan hemodialisis darurat buka 24 jam sehari.

Di Suzhou, Provinsi Jiangsu bagian timur, bilik pengujian asam nukleat yang sudah usang telah diubah fungsinya menjadi stasiun perawatan demam. Berkat klinik-klinik sementara ini, hanya dibutuhkan sekitar 10 menit bagi seorang pasien demam untuk menemui dokter dan mendapatkan obat-obatan.

Ada 1.035 klinik semacam itu di kota saat ini, yang mampu menerima lebih dari 80.000 pasien per hari.

"Sebagai garis pertahanan pertama untuk kesehatan masyarakat, lembaga kesehatan primer memainkan peran aktif dalam membuat layanan medis lebih mudah diakses dan nyaman," menurut Nie Chunlei, seorang pejabat di Komisi Kesehatan Nasional.

"Diharapkan pada Maret 2023, sekitar 90 persen puskesmas tingkat kota akan dilengkapi dengan klinik demam," demikian Nie.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya