Berita

Plt) Ketua Umum PPP Mardiono/Net

Politik

PPP Ajukan Mardiono Capres, Pengamat: Upaya Bargaining Power Partai Saja

SENIN, 19 DESEMBER 2022 | 22:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengajukan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP Mardiono sebagai kandidat calon presiden untuk pemilihan umum 2024 mendatang.

Merespons dinamika politik itu, pengamat politik dari Universitas Diponegoro Teguh Yuwono melihat hal itu sebagai upaya menaikkan daya tawar politik partai semata.  

“Saya melihat banyak partai menengah kecil ke bawah, yang berinisiatif, itu lebih pada upaya meminta perhatian dari partai lain bahwa kami harus dihitung, punya kontribusi untuk koalisi,“ kata Teguh Yuwono, Senin (19/12).


Dikatakan Teguh, PPP berada di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama dengan Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional. Dari ketiganya, Golkar memegang suara terbesar dan konsisten mengajukan Ketum Airlangga Hartarto sebagai Capres Golkar.

Namun, sampai hari ini masih belum ditentukan siapa Capres KIB.

“KIB, dengan suara parpol yang tanggung, calon yang belum jelas, dalam arti apakah cukup confidence, karena survei dua digit masih seputar Ganjar, Prabowo, Anies,”  ujarnya.

Menurutnya, sosok Airlangga Hartarto, yang memiliki elektabilitas dari ketiga Ketum di KIB, dikenal dengan hasil kerjanya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

"Dia dekat dengan Presiden Joko Widodo, bahkan sempat disebut-sebut punya modal memimpin,” imbuhnya.

Teguh menyampaikan bahwa dalam berpolitik tidak ada yang kuat sendirian, tapi harus berbaur dengan partai politik lain agar tidak melukai pihak lain.

Dalam pandangan Teguh, dalam politik adalah seni berhubungan dengan para pihak. Selain itu, sifat politik tidak ada yang kuat.

"Tetapi politik itu harus bersifat ‘grey area’ karena politik itu membutuhkan dukungan yang jelas, butuh proses-proses yang tidak melukai orang lain. Saat ini barangkali tidak membutuhkan, di waktu lain bisa membutuhkan,” demikian Teguh.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya